PMII Surabaya Selatan Suarakan Tolak Keras Aksi Premanisme di Dalam Kampus

Kabarjatim.id | Surabaya- Menanggapi kasus dikeroyoknya 3 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya oleh sekelompok oknum Organisasi Ekstra (Ormek) PMII Komisariat UINSA, Cabang Surabaya. PMII Cabang Surabaya Selatan lebih memilih untuk mengutuk dan menolak keras segala tindakan Premanisme di dalam Kampus.

Hal itu disampaikan oleh salah satu Pembina Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Surabaya Selatan, Rizal Syarifuddin saat dilangsungkannya giat ‘Mimbar Penyataan Sikap atas Premanisme Kampus’, di Kampus UINSA, Sabtu (03/09/22) malam.

“Kita adalah Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia berpegang teguh pada ajaran Islam Ahlussunah wal jamaah. Para pendiri, Pendahulu kita tidak meridhoi dan tidak membenarkan segala bentuk tindak kekerasan yang menciderai sisi kemanusiaan”. Kata Rizal dalam pernyataannya, Sabtu (03/09/22) malam hari.

Dari situ pihaknya turut memberikan arahan dan penegasan kepada seluruh kader PMII Surabaya Selatan yang hadir, bahwa mahasiswa UINSA khususnya kader PMII Surabaya Selatan harus mencerminkan insan yang berpendidikan.

“Kita PMII, meskipun organisasi kita berstatus ilegal, kita dalam sejarah dikenal dengan segi kualitasnya, kita bisa buktikan disitu. Meskipun ada oknum oknum yang secara tidak langsung merusak marwah PMII, itu tidak dibenarkan, kita menolak keras hal tersebut”. Paparnya.

Jangan lupa, lanjut Rizal, kita disini memliki tujuan yang baik yaitu menimba ilmu dan menularkan ilmu yang kita dapat, supaya bisa memberi manfaat untuk masyarakat.

“Kampus adalah gelanggang intelektual, bukan tempatnya adu pukul, kita haruslah upgrade diri supaya nantinya bisa bermanfaat di lingkungan masyarakat”. Pungkasnya.

Sebagai informasi, akhir dari pelaksanaan giat ‘Mimbar Pernyataan Sikap atas Premanisme Kampus’ tersebut, acaranya diakhiri dengan pembacaan sholawat Nabi Muhammad Saw oleh seluruh kader dan anggota PMII Surabaya Selatan yang hadir.

Mungkin Anda Menyukai