Habib Yusuf dan LSM Orasi Tuntutkan tiga poin, Terhadap Kejari Kabupaten Pasuruan

Pasuruan | Kabarjatim.id – Pada hari Kamis (02/05/2024) sekitar pukul 08.30 WIB. Ratusan orang yang tergabungan dari beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) beserta Organisasi Masyarakat (Ormas) Pasuruan yang mengaku Forum Pasuruan Bersatu (FPB) melakukan demo di Kejaksaan Negeri Bangil.

Pasalnya, Kedatangan para pendemo tersebut ingin bertemu dengan Kepala Kejaksaan Negeri Bangil bertujuan untuk menanyakan beberapa kasus yang di nilai berhenti, mulai dari kasus dugaan pemotongan dana insentif pegawai di tubuh BPKPD, hingga soal dana hibah kopi Kapiten.

Dari pantauan awak media. Kumpulan LSM dan Ormas yang melakukan aksi demo tersebut ada 5 kelompok diantaranya yaitu LSM M-Bara, LSM Surapati, LSM Penjara, LPK Pasopati Nusantara dan dari Ormas Gaib.

Pada saat sesi wawancara Ketum DPP Ormas Gaib Habib Yusuf, menyampaikan maksud dan tujuannya akan aksi demo yang dilakukan bahwa dirinya menuntut tiga poin.

‚ÄúTuntutan kami datang kesini ada tiga poin, yakni terkait kopi kapiten, pemotongan insentif dan kasus pupuk, tadi dijelaskan oleh Kajari terkait kopi kapiten masih dalam tahap penyelidikan, karena ada Pansus jadi prosesnya masih menunggu untuk melihat tingkat kerugian,” beber Habib Yusuf, dihadapan para awak media di depan pintu gerbang Kejari Kabupaten Pasuruan, seusai menemui Kajari.

Lebih lanjut Habib Yusuf menegaskan,” soal terkaitnya pemotongan insentif, InsyaAllah dua hari kedepan ada keputusan. Kalau menurut saya, pejabat yang menyalahgunakan wewenang itu adalah pidana dan siapa aktornya ini.

Masih kata Habib Yusuf, Untuk kasus pupuk kita minta evaluasi, kalau nanti dalam dua Minggu jawaban itu tidak puas, saya akan melaporkan ke Jamwas (Jaksa Agung Muda Pengawasan) atau kita akan siap lakukan aksi lebih besar lagi,” pungkasnya

Perlu diketahui, pada saat beberapa perwakilan dari pegiat dipersilahkan masuk dan ditemui oleh Kejari. Sayangnya, pertemuan dibatasi hanya untuk beberapa orang perwakilan saja, sehingga banyak awak media tidak bisa mengikuti secara langsung terlebih mengenai tanggapan dari pihak Kejari atas tuntutan yang disampaikan oleh LSM dan Ormas.(Hil)

Mungkin Anda Menyukai