Kabarjatim.id | Tokyo – Dalam rangka memperkuat jejaring kerja sama internasional serta memberikan perhatian khusus kepada Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri, Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag melakukan kunjungan kerja resmi ke Jepang. Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjalin kolaborasi strategis di bidang sosial, pendidikan, dan perlindungan WNI.
Dalam lawatan tersebut, Dra. Hj. Anisah Syakur menjalankan dua agenda utama. Agenda pertama adalah pertemuan dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, yang juga dihadiri oleh sejumlah WNI yang menetap di Negeri Sakura, termasuk mahasiswa, buruh migran, serta pekerja profesional. Jumlah WNI di Jepang sendiri mencapai sekitar 200.000 orang, menjadikan komunitas ini salah satu diaspora Indonesia terbesar di kawasan Asia Timur.
Dalam sambutannya, Anisah Syakur menekankan pentingnya membangun komunikasi aktif antara pemerintah dan masyarakat Indonesia di luar negeri. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi para WNI terhadap citra positif bangsa serta mengajak mereka untuk terus menjaga semangat persatuan dan nilai-nilai kebangsaan.
“Jumlah WNI yang ada di Jepang mencapai 200.000 ribu, maka dari itu pentingnya peran pemerintah membangun komunikasi dengan masyarakat indonesia yang ada di jepang dan pemerintah jepang”, terangnya.
Agenda kedua adalah pertemuan dengan Kepala Pelayanan Keimigrasian Jepang. Dalam pertemuan ini, dibahas berbagai isu terkait regulasi imigrasi, perlindungan hukum bagi WNI, serta peluang kerja sama untuk meningkatkan pelayanan dan perlindungan terhadap warga Indonesia yang berada di Jepang.
Anisah Syakur menyampaikan pentingnya sinergi antara kedua negara dalam menciptakan kebijakan yang ramah dan adil bagi para pekerja migran dan pelajar Indonesia. Dalam keterangannya, Dra. Anisah Syakur menjelaskan bahwa kunjungan kerja ini difokuskan pada dua agenda penting.
“Ada dua agenda utama selama saya berada di Jepang. Pertama, saya bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk Jepang bersama dengan WNI yang terdiri dari mahasiswa, buruh migran, dan masyarakat umum. Saat ini, jumlah WNI di Jepang mencapai sekitar 200 ribu orang. Kedua, saya melakukan pertemuan dengan Kepala Pelayanan Keimigrasian Jepang untuk membahas berbagai isu strategis,” ujarnya.
Kunjungan kerja ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat relasi bilateral antara Indonesia dan Jepang, khususnya dalam bidang perlindungan WNI, pendidikan, serta pengembangan sumber daya manusia.
