Kabarjatim.id | Pasuruan– Komitmen memperkuat kesadaran Hak Asasi Manusia (HAM) tidak boleh berhenti pada retorika. Hal inilah yang menjadi pesan utama Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag, Anggota DPR RI Komisi XIII, ketika menggelar kegiatan bertajuk “Mewujudkan Masyarakat Sadar Hak Asasi Manusia Melalui Implementasi P5HAM” pada Sabtu (6/9/2025) di Gedung Anisah Foundation, Pasuruan.

Acara ini menghadirkan mitra kerja dari Kementrian HAM dan ratusan peserta yang antusias mengikuti jalannya kegiatan. Sejak awal, Anisah Syakur menegaskan bahwa HAM adalah prinsip fundamental yang wajib dijalankan secara nyata di tengah kehidupan masyarakat, bukan sekadar jargon yang berhenti di atas kertas.

“Kesadaran akan hak asasi manusia adalah pondasi penting membangun bangsa yang adil, beradab, dan demokratis. Melalui implementasi P5HAM, masyarakat harus mampu memahami, menghormati, sekaligus melindungi hak orang lain. Inilah kunci agar bangsa kita benar-benar berdaulat dan berkeadilan,” tegas Anisah dalam sambutannya.

P5HAM atau Program Pendidikan dan Pelayanan Pemajuan Hak Asasi Manusia dinilai menjadi instrumen vital untuk memperluas pemahaman masyarakat. Program ini menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai HAM di berbagai lini: mulai dari keluarga, lingkungan sekolah, institusi pemerintah, hingga ruang publik.

Kegiatan ini tidak hanya diisi dengan pemaparan materi, tetapi juga diskusi interaktif bersama mitra kerja Kementrian Hak Asasi Manusia. Dalam forum tersebut, peserta diajak membedah isu-isu aktual seputar HAM di Indonesia, mulai dari tantangan pelanggaran HAM di tingkat lokal, kesadaran masyarakat terhadap hak dasar, hingga peran negara dalam memastikan perlindungan. Diskusi berlangsung hidup dan kritis, memperlihatkan betapa isu HAM masih menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan komitmen semua pihak.

Anisah Syakur menegaskan, pemajuan HAM adalah tanggung jawab kolektif. Negara harus hadir dengan kebijakan yang berpihak, masyarakat harus aktif mengawasi, sementara generasi muda wajib menginternalisasi nilai-nilai HAM sejak dini. Ia menekankan, melalui kesadaran HAM yang mengakar, bangsa Indonesia akan mampu menghadapi tantangan zaman sekaligus memperkokoh persatuan nasional.

“Jika kesadaran HAM ini benar-benar tumbuh, maka tidak ada lagi ruang bagi diskriminasi, penindasan, atau pelanggaran hak-hak dasar manusia. Inilah perjuangan kita bersama, dan P5HAM adalah jalan strategis untuk mewujudkannya,” pungkasnya dengan lantang.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Anisah berharap lahir gerakan bersama di Pasuruan dan daerah-daerah lainnya, yang menjadikan HAM sebagai budaya hidup masyarakat. Gerakan tersebut diharapkan menjadi energi baru untuk memperkuat demokrasi, meneguhkan persatuan, sekaligus menjadikan Indonesia bangsa yang berdaulat dan bermartabat.