Kabarjatim.id | Pasuruan — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak kader yang ideologis, tangguh, dan berakar kuat pada nilai-nilai Nahdlatul Ulama (NU). Melalui kegiatan Pendidikan Kader Penggerak Bangsa (PKPB) yang digelar di Gedung Anisah Foundation Kabupaten Pasuruan pada Jum’at-Minggu (17-19/10/25), partai berlambang bola dunia itu menegaskan bahwa perjuangan politik harus berpijak pada basis ideologi, bukan sekadar ambisi kekuasaan.
Acara pembukaan PKPB berlangsung khidmat dan penuh semangat, dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag selaku anggota DPR RI Fraksi PKB Komisi XIII, H. Sa’ad Muafi, S.H selaku Ketua Panitia PKPB yang juga anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, serta para tokoh ulama dan pimpinan struktur partai. Turut hadir pula KH. Hariri Adnan dari DPW PKB Jawa Timur, Dr. Laili Abidah, S.Ag, M.M Anggota DPRD Provinsi Jatim, Instruktur PKPB KH. Hariri Makmun, LKN DPP PKB Fuad Bahari, serta jajaran organisasi sayap seperti Garda Bangsa, Panji Bangsa, dan Perempuan Bangsa.
Dalam sambutannya, Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag menegaskan bahwa kegiatan pendidikan kader seperti ini adalah ruh dari perjuangan PKB yang didirikan oleh para ulama dan santri.
“Kader PKB tidak boleh kehilangan akar dan jati dirinya. Kader harus ideologis, memahami nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, serta mampu menjawab tantangan zaman dengan pemikiran yang progresif. Pendidikan Kader Penggerak Bangsa ini menjadi sarana untuk menempa militansi dan kesadaran politik yang berlandaskan nilai kebangsaan dan keislaman,” ujar Anisah Syakur di hadapan para peserta.
Ia juga menambahkan bahwa PKB adalah rumah besar bagi para pejuang kemanusiaan dan keadilan sosial. Melalui kaderisasi yang berjenjang dan berkesinambungan, partai ini berupaya mencetak generasi penerus yang bukan hanya siap secara politik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan spiritual terhadap bangsa.
Sementara itu, H. Sa’ad Muafi, S.H, selaku Ketua Panitia sekaligus anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, menegaskan bahwa kegiatan PKPB bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan proses pembentukan karakter dan kepemimpinan yang berbasis nilai perjuangan ulama.
“Kegiatan ini adalah upaya sistematis untuk memperkuat ideologi partai dan membangun barisan kader yang tangguh. Kita ingin memastikan bahwa setiap kader PKB memahami arah perjuangan partai: membela rakyat kecil, memperjuangkan kesejahteraan, dan menjaga warisan ulama,” tutur Sa’ad Muafi.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat soliditas antarstruktur partai, mulai dari DPC hingga sayap organisasi.
“PKB di Pasuruan harus menjadi contoh bagaimana kader partai bisa bersatu, bergerak, dan mengabdi untuk masyarakat dengan semangat gotong royong dan keikhlasan,” tegasnya.
Acara berlangsung penuh khidmat dengan pembacaan doa oleh Drs. KH. Anas Ma’ruf, M.Pd, yang memohon agar seluruh kader PKB senantiasa diberi kekuatan, keteguhan, dan keikhlasan dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin di ranah politik.
Dengan terselenggaranya kegiatan Pendidikan Kader Penggerak Bangsa ini, PKB Kabupaten Pasuruan menegaskan kesiapannya melahirkan kader-kader militan yang siap menjadi motor penggerak perubahan sosial dan politik.
Seperti yang diungkapkan oleh Dra. Hj. Anisah Syakur, perjuangan PKB bukan hanya untuk menang dalam pemilu, melainkan untuk menegakkan nilai-nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan keadilan sosial.
“PKB lahir dari rahim pesantren. Maka setiap langkah kadernya harus mencerminkan adab, akhlak, dan keberpihakan pada rakyat. Itulah makna sejati menjadi Kader Penggerak Bangsa,” pungkasnya dengan penuh semangat. (Adr/Red)
