Kabarjatim.id | Bojonegoro -Kabar duka menyelimuti jajaran Nahdlatul Ulama di Kecamatan Kedungadem. Wakil Rais Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kedungadem, KH. Safarun, wafat pada Rabu, (17/12/2025), bertepatan dengan 26 Jumadil Akhir 1447 Hijriah. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, jamaah, serta masyarakat luas yang selama ini mengenal sosoknya sebagai ulama yang bersahaja.
Semasa hidupnya, KH. Safarun dikenal luas sebagai mubaligh dengan gaya dakwah yang sederhana dan menenangkan. Ia dekat dengan berbagai lapisan masyarakat, tanpa sekat, serta konsisten menyampaikan ajaran Islam melalui keteladanan akhlak, kesejukan pesan, dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.
Selain mengabdikan diri dalam struktur NU, almarhum juga berperan aktif sebagai Da’i Kamtibmas Polres Bojonegoro. Peran tersebut dijalani dengan pendekatan keagamaan yang menyejukkan, sekaligus mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat melalui dakwah yang penuh hikmah.
Ketua Tanfidziyah MWCNU Kedungadem, Rahmat, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya KH. Safarun. Menurutnya, almarhum merupakan figur ulama yang konsisten dalam khidmah dan menjadi teladan dalam kesederhanaan hidup.
“Kami keluarga besar MWCNU Kedungadem sangat kehilangan. Almarhum KH. Safarun adalah sosok panutan, mubaligh yang bersahaja, dan istiqamah dalam khidmah kepada jam’iyah NU serta umat,” ujar Rahmat.
Ia juga mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Semoga seluruh amal ibadah dan perjuangan beliau diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dan ditempatkan bersama para muassis serta shalihin Nahdlatul Ulama. Aamiin,” imbuhnya.
Ucapan belasungkawa turut disampaikan oleh Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur, Mohamad Fatkhul Choiri, yang hadir langsung dalam takziah. Ia mengenang KH. Safarun sebagai ulama yang menyejukkan serta memiliki kepedulian tinggi terhadap persatuan umat.
“KH. Safarun adalah sosok kiai yang dakwahnya menenangkan, rendah hati, dan sangat dekat dengan masyarakat. Kehadiran beliau sebagai Da’i Kamtibmas juga menunjukkan komitmen beliau dalam menjaga harmoni sosial dan kebangsaan,” tutur Mohamad Fatkhul Choiri.
Ia menambahkan bahwa keteladanan almarhum akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi muda NU dan Ansor ke depan.
“Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik bagi beliau, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Dai Kamtibmas Polres Bojonegoro, KH. Alamul Huda Masyhur, juga mengenang KH. Safarun sebagai ulama yang sangat sederhana dengan gaya tutur yang mudah diterima masyarakat.
“Beliau merupakan ulama yang sangat sederhana dan penyampaian ilmu agama mudah dipahami oleh masyarakat umum,” terang KH. Alamul Huda Masyhur yang juga Ketua MUI Bojonegoro itu.
Kepergian KH. Safarun menjadi kehilangan besar bagi NU Kedungadem dan masyarakat Bojonegoro, khususnya dalam dunia dakwah yang menebarkan keteduhan dan keteladanan. Pada prosesi pemakaman, puluhan anggota Banser Kedungadem turut hadir, mengatur arus lalu lintas, serta ikut memikul dan mengawal jenazah almarhum hingga ke tempat peristirahatan terakhir.
