Kabarjatim.id | Kabupaten Malang -Ketimpangan akses pendidikan di Kabupaten Malang kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok, menilai bahwa hingga saat ini pendidikan belum sepenuhnya dapat diakses secara merata, terutama pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Zulham menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia sangat bergantung pada terpenuhinya kebutuhan pendidikan yang semestinya. Pendidikan, menurutnya, bukan sekadar sarana transfer ilmu, tetapi juga proses pembentukan karakter dan kebiasaan positif sejak usia dini.
“Pendidikan tentu sangat penting, untuk mencerdaskan generasi juga pembiasaan positif karakter. Jika pendidikan anak kurang, maka ruang dan kesempatan bagi anak akan terbatas, dalam mengasah potensi dan bakat yang dipunyai,” jelas Zulham, Rabu (7/1).
Ia menyoroti fakta bahwa meskipun angka IPM penduduk Kabupaten Malang menunjukkan tren peningkatan, kondisi tersebut masih belum mencerminkan pemerataan pendidikan. Hal ini terlihat dari adanya ketimpangan antara angka Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah yang masih rendah.
“Tentu ini menjadi tugas berat. Pemkab Malang, khususnya melalui Dinas Pendidikan perlu bekerja keras, agar pemenuhan pendidikan anak terjamin, beriringan dengan perkembangan kehidupannya sampai benar-benar matang,” tandas Zulham.
Zulham menambahkan, perhatian serius tidak cukup hanya diarahkan pada upaya mempertahankan anak agar terus bersekolah hingga jenjang tertinggi. Lebih dari itu, sekolah harus mampu menghadirkan iklim yang mendukung tumbuhnya kompetensi dan bakat peserta didik.
“Dinas Pendidikan harus mendorong sekolah-sekolah, agar masyarakat dapat dan termotivasi kuat mendapatkan kesempatan pendidikan lebih meningkat dan berkualitas. Jangan sampai, potensi anak justru terhambat, karena sekolah tidak bisa punya visi daya saing yang kuat,” kata Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini.
Ia juga mengingatkan pentingnya memikirkan nasib anak usia sekolah yang berada dalam kondisi terbatas, agar tetap memiliki peluang untuk memperoleh pendidikan lebih tinggi. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan, kata Zulham, adalah melalui penguatan bekal keterampilan, sehingga anak-anak tersebut tetap mampu berkembang menjadi SDM yang memiliki potensi, bakat, dan keunggulan.
