Kota Malang – Inovasi distribusi minyak goreng hadir di Kota Malang melalui pembukaan perdana Depo Pom Minyak Goreng Indonesia (Pomindo) di kawasan Tulusrejo, Kota Malang, Senin (18/5/2026).

 

Kehadiran Pomindo diharapkan menjadi alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh minyak goreng berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau dan sistem pembelian yang lebih fleksibel.

 

CEO Parama Artha Group sekaligus Owner Pomindo Pusat, H. Yaya Sumantri, menjelaskan bahwa Pomindo mengusung konsep penjualan minyak goreng layaknya pengisian bahan bakar, sehingga masyarakat tidak harus membeli dalam ukuran besar. Warga dapat membeli minyak goreng sesuai kebutuhan dan kemampuan keuangan, mulai dari nominal kecil seperti Rp2.000 hingga pembelian per liter.

 

Menurutnya, konsep tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya kalangan rumah tangga yang harus menyesuaikan pengeluaran sehari-hari dengan kondisi ekonomi keluarga.

 

“Masyarakat tidak harus membeli satu atau dua liter sekaligus. Bisa membeli Rp2.000, Rp5.000, atau sesuai kemampuan. Konsepnya seperti membeli bahan bakar, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan masyarakat,” ujar Yaya.

 

Selain menawarkan fleksibilitas pembelian, Pomindo juga menekankan kualitas produk yang dipasarkan. Minyak yang digunakan merupakan jenis CP 10 Premium yang dinilai memiliki kualitas lebih baik dibanding minyak dengan kategori CP 12 yang masih beredar di sejumlah tempat.

 

Yaya menjelaskan, minyak kategori CP 10 Premium memiliki karakter lebih jernih dan ditujukan untuk konsumsi rumah tangga. Sementara minyak CP 12 disebut lebih umum digunakan untuk kebutuhan lain seperti campuran pakan ternak.

 

“Pomindo menggunakan minyak CP 10 Premium dengan kualitas setara minyak goreng premium yang beredar di pasaran. Kami ingin masyarakat mendapatkan produk yang baik tetapi tetap dengan harga terjangkau,” katanya.

 

Untuk wilayah Kota Malang, harga minyak goreng Pomindo dipatok Rp22.000 per liter. Harga tersebut disebut masih berada di bawah harga minyak premium di pasaran yang berkisar Rp23.500 hingga Rp24.500 per liter.

 

Pomindo juga menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam pengawasan distribusi serta aspek metrologi legal guna memastikan ketepatan takaran.

 

Sistem ini diharapkan mampu memberikan jaminan kepada konsumen terkait transparansi volume pembelian, sehingga takaran yang diterima sesuai dengan jumlah yang dibayarkan.

 

Pada tahap awal, depo Pomindo di Kota Malang memiliki kapasitas distribusi hingga 9.000 liter dalam satu kali pengiriman. Ke depan, pengembangan jaringan direncanakan dilakukan melalui pembukaan outlet di tingkat kelurahan dengan melibatkan koperasi, Bumdes, maupun pelaku usaha perorangan.