Kabarjatim.id – Buku yang ditulis insan pers dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Malang Raya mendapat perhatian khusus dari Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat.

Buku tersebut dinilai mampu menggambarkan secara utuh perjuangan media siber dalam menjaga keberlangsungan perusahaan pers di tengah tekanan ekonomi dan ketatnya persaingan digital.

Dalam testimoninya, Prof. Komaruddin menilai masyarakat selama ini hanya menikmati produk berita melalui telepon genggam tanpa mengetahui proses panjang di balik ruang redaksi.

Menurutnya, buku karya insan pers SMSI Malang Raya itu berhasil membuka sisi lain kehidupan media yang jarang tersentuh perhatian publik.

Ia menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan media, mulai dari biaya operasional kantor, kebutuhan server, hingga kewajiban membayar gaji awak media di tengah kondisi pemasukan iklan yang belum sepenuhnya stabil.

“Media yang sehat adalah media yang mampu menemukan model bisnis yang sehat pula. Masa depan media tidak ditentukan oleh siapa yang memiliki modal terbesar atau kantor paling megah, tetapi oleh siapa yang paling dipercaya publik dan paling cerdas menjaga bisnis medianya,” tulis Prof. Komaruddin dalam testimoninya.

Ia menjelaskan, buku tersebut tidak hanya menjadi kumpulan kisah para pelaku media, tetapi juga merekam dinamika “ruang belakang media” yang selama ini luput dari perhatian masyarakat.

Di dalamnya tergambar upaya perusahaan pers mempertahankan idealisme jurnalistik, melakukan verifikasi informasi, serta menjaga etika pers di tengah persaingan dengan influencer, kreator konten, akun anonim, hingga perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Prof. Komaruddin juga menilai insan media di Malang Raya memiliki kemampuan adaptasi dalam mencari model bisnis baru agar perusahaan tetap bertahan.

Sejumlah media, kata dia, mulai mengembangkan sektor pendidikan, pariwisata, hingga event organizer sebagai sumber pendapatan tambahan.

Lebih lanjut, ia menyebut buku tersebut sebagai simbol optimisme insan pers di tengah perubahan zaman yang terus bergerak cepat. Menurutnya, jurnalisme harus tetap hadir sebagai pilar demokrasi meskipun menghadapi berbagai tantangan finansial dan transformasi digital.

Selain memperkaya pemahaman tentang kompleksitas bisnis media, Prof. Komaruddin berharap akan lahir karya-karya serupa dari berbagai daerah di Indonesia.

Dokumentasi semacam itu dinilai penting untuk merekam perjalanan dunia pers nasional dari sudut pandang pelaku media di lapangan.

Kehadiran buku karya insan pers SMSI Malang Raya itu pun menjadi pengingat bahwa di balik setiap informasi yang dikonsumsi publik, terdapat perjuangan panjang, idealisme, dan keteguhan insan pers dalam menjaga kualitas informasi bagi masyarakat.