Kabarjatim.id | Pasuruan — Sosialisasi empat pilar MPR RI bersama Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Pasuruan di Rumah Makan Kurnia, Kota Pasuruan, menjadi ruang penguatan wawasan kebangsaan sekaligus refleksi mengenai pentingnya menjaga persatuan di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota MPR RI Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag., serta anggota DPRD Kabupaten Pasuruan H. Sa’ad Muafi, S.H., sebagai narasumber.

Sa’ad Muafi mengatakan empat pilar kebangsaan memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat karena menjadi landasan dalam menjaga persatuan, kehidupan demokrasi, serta hubungan sosial di tengah keberagaman.

“Empat pilar ini harus kita pahami bukan sekadar sebagai materi sosialisasi, tetapi bagaimana nilai-nilainya benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat. Pancasila harus menjadi pedoman dalam bersikap, UUD 1945 menjadi landasan konstitusional, NKRI harus kita jaga, dan Bhinneka Tunggal Ika harus kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sa’ad Muafi.

Ia menilai Muslimat NU mempunyai posisi strategis dalam membangun ketahanan sosial melalui penguatan peran perempuan dan keluarga. Menurutnya, pendidikan kebangsaan tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga negara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan organisasi kemasyarakatan.

“Peran perempuan sangat penting dalam menjaga ketahanan keluarga dan masyarakat. Karena itu, nilai-nilai kebangsaan harus terus ditanamkan mulai dari keluarga. Muslimat NU memiliki basis yang kuat untuk ikut menjaga persatuan dan memberikan pendidikan kebangsaan kepada generasi penerus,” terangnya.

Sementara itu, Anisah Syakur menekankan bahwa empat pilar MPR RI harus terus dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, tantangan kehidupan kebangsaan terus berkembang sehingga pemahaman terhadap nilai dasar negara harus senantiasa diperkuat.

“Kita ingin masyarakat memahami bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan satu kesatuan yang harus kita jaga bersama. Jangan sampai perbedaan menjadi alasan untuk saling menjauh, justru perbedaan harus menjadi kekuatan untuk membangun bangsa,” kata Anisah.

Kegiatan bersama PC Muslimat NU Kota Pasuruan tersebut berlangsung sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diajak untuk tidak hanya memahami empat pilar secara konseptual, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan keluarga, organisasi, maupun lingkungan masyarakat.