Kabarjatim.id | Pasuruan — Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur, H. Sa’ad Muafi, S.H. (Gus Muafi), hadir dalam kegiatan Kaderisasi 2 Matra PAC GP Ansor Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses penguatan kaderisasi GP Ansor di tingkat PAC sekaligus menjadi ruang bagi para kader untuk meningkatkan kapasitas, wawasan dan kesiapan dalam menjalankan roda organisasi serta pengabdian di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Muafi menegaskan bahwa kaderisasi merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan organisasi. Menurutnya, kader Ansor harus terus ditempa agar tidak hanya memahami organisasi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk membaca perkembangan zaman dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kaderisasi ini bukan sekadar kegiatan formal organisasi. Ini adalah proses untuk membentuk kader yang memiliki kapasitas, komitmen dan tanggung jawab. Karena GP Ansor membutuhkan kader-kader yang tidak hanya hadir ketika ada kegiatan, tetapi juga mampu hadir dan memberikan solusi ketika masyarakat membutuhkan,” ujar Gus Muafi.
Ia mengatakan, kader yang telah mengikuti proses kaderisasi harus mampu menerjemahkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh ke dalam kerja-kerja nyata organisasi.
“Setelah kaderisasi selesai, justru proses pengabdian dimulai. Kader harus kembali ke tengah masyarakat, membangun komunikasi, memperkuat organisasi dan menunjukkan bahwa keberadaan Ansor benar-benar memberikan manfaat. Jangan sampai kaderisasi hanya menghasilkan sertifikat, tetapi tidak menghasilkan perubahan dalam diri kader maupun organisasi,” terangnya.
Gus Muafi juga mendorong kader GP Ansor Sukorejo untuk menjaga soliditas, memperkuat komunikasi antarkader serta terus meningkatkan kemampuan kepemimpinan.
“Kita harus membangun Ansor dengan kebersamaan. Perbedaan karakter, latar belakang dan pemikiran jangan menjadi alasan untuk terpecah. Justru dari proses kaderisasi ini kita belajar bagaimana menjadi kader yang mampu bekerja bersama, menghormati perbedaan dan tetap berada dalam satu garis perjuangan organisasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gus Muafi berharap kader-kader muda Ansor mampu menjadi generasi yang adaptif terhadap perubahan tanpa kehilangan akar nilai dan tradisi organisasi.
“Kader Ansor harus mampu mengikuti perkembangan zaman, memahami teknologi, memahami persoalan sosial dan ekonomi masyarakat, tetapi tetap memiliki pijakan nilai yang kuat. Jangan menjadi generasi yang kehilangan identitas. Kita harus menjadi kader yang modern dalam cara berpikir, tetapi tetap kuat dalam nilai dan komitmen organisasi,” pungkasnya.
Kegiatan Kaderisasi 2 Matra PAC GP Ansor Sukorejo tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan regenerasi GP Ansor, khususnya dalam menyiapkan kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan, loyalitas organisasi dan komitmen pengabdian kepada masyarakat.
