Kabarjatim.id | Pasuruan – PC Lesbumi Bangil telah melaksanakan workshop seni cetak anthotype bersama Santri, pelajar dan mahasiswa/i dari beberapa Pondok Pesantren, sekolah dan universitas sekitaran Pasuruan. Workshop tersebut dilaksanakan di gedung kantor Graha PCNU Bangil, dan di mentori oleh Kharisma Adi Bukhori, atau yang akrab disapa dengan nama Pak Adi terhitung ada 54 peserta.

Acara ini diselenggarakan dalam rangkaian memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober 2026 oleh PCNU Bangil. Dan rangkaian selanjutnya adalah pameran karya seni rupa di Pondok Canga’an Bangil tangal 28 – 31 Oktober 2026. Pondok Canga’an sendiri memiliki nilai historis yang cukup kuat, apalagi keterkaitannya dengan berdirinya Nahdlatul Ulama. Karena Pondok Canga’an sendiri, dulu pernah menjadi tempat nyantrinya Syaikhona Kholil Bangkalan, KH. Hasyim Ash’ari dan KH. Wahab Hasbullah.

Seni cetak anthotype sendiri berasal dari Yunani Kuno. Berasal dari kata Anthos yang artinya Bunga. Teknik ini ditemukan pada tahun 1839 oleh ilmuwan Inggris yang bernama Sir John Herschel (ripphotocenter.org).

Pak Adi (Pemateri / Koordinator Bidang Seni Rupa PC LESBUMI NU bangil) mendapat ilmu seni cetak anthotype ketika semasa menempuh perkuliahan di ISI Jogja. Lebih tepatnya ketika bergumul dengan teman-teman penggiat photograpy. Menurut Pak Adi, penyelenggaraan workshop seni cetak anthotype ini perlu dilaksanakan sebagai bentuk pengenalan seni cetak dengan material dari alam, atau dari lingkungan sekitar. Semisal pemanfaatan bumbu dapur, yaitu kunyit. Dan proses pencetakan yang relatif mudah, tidak perlu menggunakan kamar gelap untuk mencetaknya.

Hanya menggunakan sinar matahari yang maksimal sebagai media cetak printingnya. Artinya, hanya dengan memanfaatkan sinar matahari sebagai alat untuk memindah efek anthotype tersebut. Pewarnanya pun bisa menggunakan bahan-bahan disekitar yang mempunyai tingkat kepekaan warna cukup kuat. Contohnya seperti warna dari buah naga, buah kluwek, bunga telang, biji buah bigsa, akar mengkudu, dan segala tumbuhan yang memiliki pigmen atau kadar getah tanin yang kuat.

Ketua PC Lesbumi Bangil, Muchamad Najib, sebagai ketua lembaga mengatakan : “acara workshop tersebut bertujuan mengajak para santri, pelajar dan mahasiswa/i untuk terlibat secara langsung dalam proses belajar berkesenian, khususnya para santri, pelajar dan mahasiswa/i yang berada dalam lingkup kerja PCNU Bangil”. Hal tersebut diselenggarakan sebagai bekal keterampilan dan juga sebagai tambahan wawasan sekaligus pengalaman melalui karya seni. Dari hasil dari workshop tersebut, akan dipajang dalam acara pameran lukisan yang akan ditempatkan di Pondok Canga’an Bangil pada tanggal 28-31 Oktober 2026.

Harapan kedepan, PC Lesbumi Bangil mampu menjadi salah satu wadah untuk memajukan berbagai macam kesenian di Pasuruan, khususnya diwilayah lingkup kerja PCNU Bangil.