KabarJatim.ID | Bojonegoro – Rabu 21 Oktober 2026 menjadi malam peringatan hari santri nasional. Seluruh Pengasuh, dewan asatidz dan asatidzah dan juga deretan Alumni turun serta dalam upacara peringatan hari santri nasional tahun 2026. Santri bukan cuma pewaris tradisi keilmuan Islam, tetapi kekuatan untuk pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Santri harus kuat akarnya (sanad, adab, tradisi Pesantren) dan luas pengabdiannya untuk penjagaan NKRI.

Pengasuh Pondok Pesantren Halaqotut Tadris dalam amanah nya saat upacara menuturkan bahwasanya sebagai santri harus bijak dalam menjaga lingkungan, khususnya di zaman yang serba canggih ini santri harus bijak dalam bermedia sosial. Mari menjadikan hari santri sebagai penguatan Negeri menuju Indonesia Emas 2045. Tutur K. M. Shidiq

Upacara ini dihadiri dari seluruh organisasi Banom NU khususnya Ranting Bakalan yaitu Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU, IPPNU, PN, dan juga Banser. Jajaran Pemerintah Desa Bakalan juga turut serta dalam momentum upacara ini. Tak lupa santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin.

Dalam Sambutan Perwakilan Pemerintah Desa Bakalan Bapak Sutikno menyampaikan Terimakasih kepada Keluarga besar Pondok Pesantren Halaqotut Tadris dan Pengurus NU Ranting Bakalan yang telah membuat kegiatan Upacara ini dan tak lupa mengucapkan terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada Pemerintah Desa Bakalan dalam keikutsertaan bagian dari Momentum Hari santri ini. Tutur Bapak Sutikno

Setelah sore sempat diguyur hujan setelah sekian lama kemarau melanda, tetapi tidak memutuskan semangat santri Pondok Pesantren Halaqotut Tadris untuk ikut serta dalam memeriahkan hari Santri kali ini. Upacara berjalan secara khidmat dan tertib, di akhir Upacara Hari Santri ini dimeriahkan pertunjukan aksi bela diri oleh Pagar Nusa.

Semoga santri-Santri Indonesia menjadikan momentum Hari Santri ini sebagai penyemangat untuk meneladani perjuangan para syuhada dan ulama. Aamiin Allahumma Aamiin.