Kabarjatim.id | Kabupaten Malang — Kecamatan Jabung memecah kebuntuan komunikasi birokrasi–warga lewat program inovatif SIBACA JABUNG (Sinau Bareng Camat lan Jagongan Bungah). Dalam suasana santai sambil ngopi, Camat Taufik Nurahman, S.STP., M.AP., mengajak tokoh masyarakat, pelaku UMKM, komunitas, hingga mahasiswa untuk berdiskusi edukatif dan penuh inspirasi.
Setiap sesi SIBACA dirancang informal namun sarat strategi: membuka ruang dialog untuk
1. Menggali dan mengoptimalkan potensi desa
2. Menyerap aspirasi warga
3. Merumuskan solusi atas persoalan sosial
4. Mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan
“Kami ingin hadir tidak hanya sebagai pemimpin administratif, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat. Melalui SIBACA JABUNG, kita belajar bersama, saling mendengarkan, dan merumuskan solusi bersama,” terang Camat Taufik Nurahman, dalam sesi di Desa Sukolilo bersama komunitas Republik Goeboeg Jabung dan mahasiswa KKN Universitas Brawijaya.
Digelar bergilir di seluruh desa se-Kecamatan Jabung, topik SIBACA menyesuaikan kebutuhan lokal: dari pengembangan UMKM, literasi desa, pemanfaatan aset, pencegahan perkawinan anak, hingga edukasi kebijakan seperti PBB‑P2 dan Posyandu Terintegrasi. Format jagongan santai terbukti mampu memecah sekat birokrasi, sehingga warga merasa lebih terdengar dan terlibat langsung.
Sejalan dengan visi “One Village, One Product – One Village, One Destination”, program ini memperkuat semangat pemerintahan desa yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing. Ke depan, pemerintah kecamatan merencanakan dokumentasi digital hasil diskusi, publikasi publikasi temuan lapangan, serta pembentukan jejaring desa inspiratif berbasis output SIBACA.
Dengan tagline “Sinau bareng, guyub rukun, mbangun Jabung!”, SIBACA JABUNG diharapkan menjadi model kolaborasi terbaik yang dapat diadopsi kecamatan lain.
