Kabarjatim.id | Sidoarjo -Revitalisasi Alun-alun Sidoarjo terus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Wakil Bupati Hj. Mimik Idayana turun langsung meninjau sejumlah titik pengerjaan proyek yang kini tengah berjalan. Mulai dari taman bermain dan edukasi anak, taman lansia, ruang komunitas dan seni, hingga pembangunan paseban Alun-alun Sidoarjo tidak luput dari pantauannya. Tak hanya itu, perhatian Wabup juga tertuju pada saluran drainase serta fasilitas kamar kecil yang menjadi bagian penting dari kenyamanan publik.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Hj. Mimik Idayana menegaskan bahwa Alun-alun Sidoarjo merupakan jantung Kabupaten Sidoarjo, tempat yang mencerminkan keindahan dan wajah utama kota. “Keindahan Kabupaten Sidoarjo tercermin dari Alun-alun Sidoarjo. Oleh karenanya, saya berharap pengerjaan revitalisasi Alun-alun Sidoarjo berjalan maksimal. Jangan sampai dengan anggaran yang besar namun hasil pengerjaannya mengecewakan,” ujarnya.

Wabup juga mengingatkan agar penggunaan anggaran APBD yang telah dialokasikan benar-benar dimanfaatkan secara efektif dan tepat sasaran. “Jangan sampai anggaran APBD yang digunakan ini sudah banyak tapi pengerjaannya tidak maksimal,” ucapnya kepada pelaksana proyek dan pejabat yang mendampinginya saat sidak.

Lebih lanjut, Mimik meminta agar pelaksanaan proyek dikerjakan secara profesional dan sesuai kesepakatan yang tertuang dalam kontrak. Ia menegaskan bahwa pengerjaan revitalisasi Alun-alun Sidoarjo harus selesai sesuai kontrak, yakni pada tanggal 15 Desember 2025. “Saya titip tolong sesuai dengan kontraknya, kalau tidak sesuai akan ada sanksinya. Sampean sudah tahu sanksinya seperti apa,” tegasnya.

Selain meninjau progres pekerjaan, Wabup juga meminta Inspektorat Kabupaten Sidoarjo untuk terlibat aktif dalam pengawasan proyek agar hasilnya benar-benar maksimal. “Saya mohon kerjasamanya juga dari Inspektorat untuk turut melakukan pengawasan,” pintanya kepada Kepala Inspektorat Sidoarjo, Andjar Surjadianto, yang turut mendampingi dalam kegiatan sidak tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, Bahrul Amig, menyampaikan optimismenya terhadap penyelesaian proyek revitalisasi ini. Menurutnya, meskipun masih ada kekurangan sekitar 8 persen, progres pengerjaan akan tetap sesuai target. “Meski diakuinya saat ini ada kekurangan pengerjaan sebesar 8 persen, namun kami pastikan minus progres tersebut tidak akan mengganggu target yang telah disepakati,” jelas Bahrul.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan mendorong penyelesaian proyek agar mencapai 99 persen pada akhir November 2025. “Target saya dalam waktu pertengahan bulan November, setidaknya 85 persen pengerjaannya sudah terealisasi,” ujarnya penuh optimisme.