Kabarjatim.id | Probolinggo – Anggota DPR RI, Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag, turut berperan aktif dalam menyukseskan pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten dan Kota Probolinggo. Dalam momentum tersebut, ia menegaskan pentingnya menjaga soliditas dan mekanisme organisasi dalam menentukan kepemimpinan partai ke depan.
“Sebagai kader PKB, saya tentu mendukung penuh pelaksanaan Muscab ini agar berjalan dengan lancar, demokratis, dan menghasilkan kepemimpinan terbaik untuk kemajuan partai di Kabupaten dan Kota Probolinggo,” ujar Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag.
Ia menjelaskan bahwa dalam Muscab PKB Kabupaten Probolinggo, terdapat empat nama yang muncul sebagai usulan kandidat dari hasil dinamika internal, yakni RA Fahmi, Muchlis, Gus Didik, dan Dewi Azizah.
“Empat nama yang diusulkan di Kabupaten Probolinggo merupakan bagian dari aspirasi kader di bawah. Semua memiliki peluang yang sama dan tentunya akan diproses sesuai mekanisme partai,” tegasnya.
Sementara itu, untuk Kota Probolinggo, Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag, menyebut bahwa telah terdapat surat dari DPW yang memuat calon sementara hasil pemetaan, yaitu Mujib, Eko, Ning Dana, dan Saiful Iman.
“Nama-nama di Kota Probolinggo tersebut merupakan hasil pemetaan DPW sebagai bahan pertimbangan dalam Muscab. Namun demikian, dinamika di forum tetap menjadi bagian penting dalam proses penentuan akhir,” jelasnya.
Menariknya, dalam pelaksanaan Muscab Kota Probolinggo, peserta juga mengusulkan nama Habib Hadi sebagai salah satu figur yang dinilai memiliki kapasitas dan dukungan kuat.
“Aspirasi peserta Muscab yang mengusulkan Habib Hadi tentu menjadi bagian dari dinamika demokrasi di tubuh PKB. Semua masukan akan menjadi pertimbangan dalam proses selanjutnya,” imbuhnya.
Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag, berharap seluruh rangkaian Muscab ini dapat menghasilkan keputusan terbaik serta memperkuat posisi PKB di daerah.
“Kita ingin PKB semakin solid, semakin kuat, dan mampu menjawab harapan masyarakat. Muscab ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum untuk konsolidasi dan penguatan perjuangan politik ke depan,” pungkasnya.
