Malang, Kabarjatim.id – Rangkaian kegiatan Safari Ramadhan 2026 DPD Partai Golkar terus berlanjut dengan menggelar buka puasa bersama para tokoh seniornya.

Pada kegiatan tersebut, jajaran personalia pengurus DPD Golkar Makota hadir membersamai dalam forum silaturahmi antara pengurus DPD Golkar Kota Malang periode 2025-2030 dengan tokoh-tokoh sepuh yang sebelumnya telah membesarkan Golkar Kota Malang.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, mengatakan pertemuan dengan para tokoh senior bukan sekadar agenda berbuka puasa bersama.

Forum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi sekaligus menerima arahan dari para tokoh yang telah lama berkontribusi dalam perjalanan Golkar di daerah.

“Kami mengundang para sesepuh yang selama ini menjadi bagian dari dewan pertimbangan. Selain berbuka bersama, ini juga momentum untuk mempererat kembali silaturahmi setelah dinamika yang sempat terjadi di internal partai,” kata Djoko. Senin, (9/3/2026).

Djoko yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Malang menjelaskan, safari Ramadan yang digelar kepengurusan baru diawali dengan kunjungan ke sejumlah kecamatan.

Agenda itu kemudian dilanjutkan dengan silaturahmi kepada Wali Kota Malang serta pertemuan dengan para tokoh senior Golkar.

Menurutnya, para sesepuh memberikan pesan agar kepengurusan baru mampu menjaga kekompakan kader dan memperkuat konsolidasi organisasi.

Hal tersebut dinilai menjadi fondasi penting agar partai dapat menjalankan agenda politiknya secara efektif.

“Para sesepuh berpesan agar konsolidasi tetap dijaga. Kekompakan dan kesolidan sangat penting karena visi besar partai tidak akan tercapai tanpa persatuan di internal,” ujarnya.

Selain itu, para senior juga mengingatkan agar kepengurusan baru mampu merangkul seluruh kader tanpa terkecuali, termasuk mereka yang sebelumnya terlibat dalam dinamika selama proses musyawarah berlangsung.

Menurut Djoko, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan Golkar selama ini terletak pada kemampuan menjaga kebersamaan di tengah perbedaan pandangan.

“Beliau-beliau mengingatkan agar semua yang kemarin terlibat dalam dinamika tetap dirangkul kembali. Kita harus menyatukan langkah karena tujuan kita sama, yaitu membesarkan partai,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah tokoh senior diundang untuk hadir, di antaranya Sofyan Edi Jarwoko, Rudi, Agus Sukamto, serta beberapa tokoh lain yang pernah terlibat dalam kepengurusan Golkar Kota Malang.

Namun tidak semua undangan dapat hadir karena kesibukan masing-masing, terlebih kegiatan berlangsung pada bulan Ramadan yang mendekati Hari Raya Idul Fitri.

Djoko menyebutkan beberapa tokoh yang hadir dalam agenda tersebut di antaranya Yudo Nugroho, Kris, dan Sunari Tanto. Yudo Nugroho saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat Golkar Kota Malang.

Sebelumnya, kepengurusan baru juga telah melakukan silaturahmi ke kediaman Sofyan Edi Jarwoko.

Dalam pertemuan itu, pesan yang disampaikan juga menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi.

“Bung Edi juga menyampaikan pesan yang sama. Golkar harus menjaga konsolidasi, kesolidan, dan kekompakan agar bisa kembali berjaya,” ujar Djoko.

Sementara itu, senior Golkar Kota Malang, Yudo Nugroho, menilai perbedaan pandangan dalam forum musyawarah merupakan hal yang wajar dalam organisasi politik.

Menurutnya, proses demokrasi internal memang memberikan ruang bagi perdebatan di antara kader.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa perbedaan tersebut seharusnya tidak berlarut-larut karena tradisi kekeluargaan yang selama ini menjadi karakter Golkar dapat menjadi perekat seluruh kader.

“Perbedaan pendapat dalam organisasi itu hal yang biasa. Yang penting setelah semua proses selesai, kita kembali bersatu untuk tujuan bersama,” kata Yudo.

Pandangan serupa juga disampaikan tokoh senior lainnya, Kris. Ia menilai momentum pergantian kepengurusan dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki sekaligus memperkuat kondisi internal partai.

Menurutnya, kekompakan kader menjadi modal penting untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap partai.

“Beberapa waktu lalu kita memang sempat mengalami situasi yang tidak mudah. Karena itu sekarang saatnya kita kembali kompak dan memperkuat barisan,” ujarnya.

Kris juga menyoroti komposisi kepengurusan baru yang diisi sejumlah kader muda. Ia menilai kondisi tersebut membuka peluang bagi proses regenerasi di tubuh partai.

Dengan perpaduan pengalaman kader senior dan energi generasi muda, ia berharap Golkar Kota Malang mampu kembali bangkit dan memperkuat perannya di tengah masyarakat.

Ke depan, Djoko menegaskan kepengurusan baru akan memprioritaskan konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

Penguatan struktur hingga akar rumput dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan partai sekaligus memperluas basis dukungan masyarakat.

Selain itu, Golkar juga berencana memperkuat program kaderisasi melalui pendidikan politik bagi generasi muda serta meningkatkan peran organisasi sayap partai.

Partai juga membuka ruang partisipasi lebih luas bagi pemuda dan perempuan dalam aktivitas politik maupun sosial kemasyarakatan.

“Yang kami bangun bukan hanya konsolidasi internal, tetapi juga memperkuat hubungan dengan masyarakat. Golkar harus tetap hadir dan relevan di tengah kehidupan warga,” pungkas Djoko.