MALANG — Upaya penguatan fungsi museum di Malang Raya terus didorong melalui rencana revitalisasi sejumlah museum yang berada di bawah perhatian Kementerian Kebudayaan. Program tersebut saat ini masih berada dalam tahap pembahasan anggaran dan diharapkan dapat terealisasi pada tahun 2026.

 

Hal itu disampaikan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, Endah Budi Heryani, saat menghadiri Kunjungan Kerja Panja Perlindungan dan Pemanfaatan Cagar Budaya Komisi X DPR RI di Taman Krida Kota Malang, Rabu (21/5/2026).

 

Menurut Endah, Malang Raya memiliki sejumlah museum yang menjadi bagian penting dalam pelestarian sejarah dan budaya daerah, di antaranya Museum Mpu Purwa, Museum Pendidikan, dan Museum Singhasari. Ketiga museum tersebut saat ini masuk dalam pembahasan untuk penguatan dan pengembangan fasilitas.

 

“Saat ini pembahasan anggaran masih berlangsung. Kami berharap prosesnya berjalan lancar sehingga revitalisasi museum dapat direalisasikan tahun ini,” ujar Endah.

 

Ia menjelaskan, revitalisasi yang direncanakan tidak hanya menyentuh aspek fisik bangunan, tetapi juga penguatan konsep penyajian museum agar lebih relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

 

Menurutnya, museum saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi sejarah, melainkan juga harus mampu menghadirkan pengalaman edukasi yang lebih menarik dan mudah dipahami pengunjung.

 

“Arahan revitalisasi tidak hanya pada bangunan, tetapi juga tata pamer dan narasi museum agar lebih sesuai dengan kondisi serta kebutuhan saat ini,” katanya.

 

Lebih lanjut, Endah menyebut kepastian pelaksanaan program masih menunggu proses persetujuan anggaran yang saat ini sedang dibahas. Apabila memperoleh persetujuan, tahapan lanjutan diperkirakan dapat mulai berjalan dalam waktu dekat.

 

Selain aspek pengembangan isi dan fasilitas, evaluasi terhadap kondisi museum yang ada juga menjadi bagian dari pembahasan. Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah keterbatasan lahan, khususnya pada Museum Mpu Purwa yang dinilai memiliki ruang pengembangan cukup terbatas.

 

Meski demikian, menurut Endah, kondisi yang ada saat ini tetap akan dioptimalkan agar museum dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat, baik sebagai ruang pembelajaran sejarah maupun sarana pelestarian kebudayaan.

 

Melalui revitalisasi tersebut, museum diharapkan dapat berkembang menjadi ruang yang lebih interaktif, edukatif, dan mampu memperkuat keterhubungan masyarakat dengan sejarah serta warisan budaya daerah.