MALANG – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Malang menggelar puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) PMII ke-66 di Pendopo Kabupaten Malang, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan yang melibatkan seluruh kader dari tingkat rayon dan komisariat PMII se-Kota Malang tersebut berlangsung meriah sekaligus menjadi penutup rangkaian agenda harlah yang telah dimulai sejak 17 April 2026.
Peringatan Harlah PMII ke-66 tahun ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi kader, tetapi juga ruang aktualisasi intelektual, kreativitas, serta penguatan nilai-nilai pergerakan. Sejak pembukaan, berbagai kegiatan telah dilaksanakan, mulai dari tasyakuran harlah dan bedah buku Sejarah PMII Cabang Malang karya Ketua PC PMII Kota Malang, Sahabat Fauzan Alfas, S.H., M.H., pada 17 April 2026.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan lomba orasi, menulis opini, dan kaderpreneur atau proposal kewirausahaan yang berlangsung pada 1–27 Mei 2026. Selain itu, kompetisi badminton ganda campuran yang digelar pada 14–15 Mei 2026 turut menyemarakkan peringatan harlah sekaligus mempererat solidaritas antar kader.
Dalam momentum tersebut, PC PMII Kota Malang juga menghadirkan ruang diskusi bertajuk KAWAL #1 (Kajian Wacana dan Aspirasi Lokal) dengan tema Refleksi Hari Lahir Pancasila. Diskusi menghadirkan Prof. Dr. Mudjia Rahardjo, M.Si., anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), yang mengulas relevansi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan peran generasi muda dalam menjaga persatuan di tengah tantangan zaman.
Puncak acara turut dihadiri Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, yang memberikan sambutan sekaligus apresiasi atas konsistensi PMII dalam mengawal pembangunan bangsa melalui kaderisasi dan pengabdian kepada masyarakat.
“PMII telah menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi kader yang mampu melahirkan generasi muda berintegritas, berwawasan kebangsaan, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Saya berharap kader-kader PMII terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang maju, inklusif, dan berkeadilan,” ujar Lathifah Shohib dalam sambutannya.
Sementara itu, Ketua Umum PC PMII Kota Malang, Beny Miftahul Arifin, menyampaikan bahwa peringatan Harlah ke-66 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi perjalanan organisasi sekaligus peneguhan komitmen kader untuk terus hadir menjawab persoalan masyarakat.
“Harlah ke-66 ini menjadi ruang evaluasi dan refleksi bagi seluruh kader PMII Kota Malang. Kami ingin memastikan bahwa PMII tetap relevan dengan perkembangan zaman, tetap berpihak pada kepentingan rakyat, serta terus melahirkan gagasan dan gerakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Beny.
Melalui rangkaian kegiatan yang menggabungkan aspek intelektual, olahraga, kewirausahaan, dan penguatan nilai kebangsaan, PC PMII Kota Malang berharap semangat pergerakan yang diwariskan para pendiri organisasi dapat terus hidup dan berkembang di tengah generasi muda.
Peringatan Harlah ke-66 PMII pun menjadi penanda komitmen organisasi untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui kaderisasi, pengabdian, dan perjuangan nilai-nilai keislaman serta kebangsaan.
