MALANG – Pemerintah Kota Malang menunjukkan dukungannya terhadap penyelenggaraan Audisi Putri Hijab Jawa Timur 2026 yang digelar di Auditorium Malang Creative Center (MCC), Kamis (7/5/2026). Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat membuka kegiatan yang diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Wahyu Hidayat mengapresiasi pelaksanaan ajang tersebut sebagai wadah pengembangan potensi generasi muda, khususnya perempuan muslimah. Menurutnya, Putri Hijab tidak sekadar kompetisi kecantikan, melainkan ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan keteladanan bagi perempuan muda yang mampu menjadi inspirasi di tengah masyarakat.
“Pemerintah Kota Malang mengapresiasi penyelenggaraan Pemilihan Putri Hijab Jawa Timur 2026. Ajang ini menjadi bentuk kolaborasi positif anak-anak muda sekaligus sarana menghadirkan figur muslimah yang dapat menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Wahyu Hidayat.
Ia menegaskan bahwa sosok Putri Hijab diharapkan mampu merepresentasikan nilai-nilai keislaman yang baik, menjaga etika, serta menampilkan karakter perempuan yang cerdas dan berakhlak. Menurutnya, peran perempuan saat ini semakin strategis dalam berbagai sektor pembangunan, termasuk dalam pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif.
Wahyu juga mengaitkan kegiatan tersebut dengan visi pembangunan Kota Malang yang mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif dan pemberdayaan generasi muda. Sebagai kota pendidikan sekaligus kota kreatif, Malang dinilai memiliki sumber daya talenta muda yang besar dan perlu terus diberikan ruang untuk berkembang melalui berbagai kegiatan positif.
Di hadapan para finalis, Wahyu mengajak peserta untuk tidak hanya mengejar gelar atau prestasi semata, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Ia menilai para finalis memiliki peluang besar untuk menjadi agen perubahan yang mampu memperkenalkan budaya lokal sekaligus menebarkan nilai-nilai positif kepada masyarakat.
“Jadilah generasi yang mampu mengangkat potensi budaya lokal, mengembangkan kreativitas, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya. Kami berharap ajang ini tidak berhenti sebagai kompetisi, tetapi menjadi awal lahirnya berbagai tindakan inspiratif yang membawa kebaikan dan kepedulian sosial,” katanya.
Lebih lanjut, Wahyu berharap pemenang Putri Hijab Jawa Timur 2026 yang nantinya mewakili provinsi di tingkat nasional dapat membawa nama baik Jawa Timur sekaligus menunjukkan kapasitas perempuan muda yang berprestasi, berwawasan, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
Kegiatan audisi tersebut berlangsung meriah dengan antusiasme peserta dan tamu undangan yang memadati auditorium MCC. Selain menjadi ajang seleksi menuju tingkat nasional, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi dan pengembangan kapasitas bagi perempuan muda muslimah yang ingin berkontribusi lebih luas dalam bidang sosial, budaya, dan kreativitas.
Melalui dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Malang, ajang Putri Hijab Jawa Timur 2026 diharapkan mampu melahirkan figur-figur perempuan inspiratif yang tidak hanya berprestasi di atas panggung, tetapi juga aktif memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
