Kabarjatim.id | Probolinggo – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Probolinggo mengambil langkah strategis dengan menggelar Musyawarah Khusus (Mussus) pembentukan kepengurusan Pengurus Anak Cabang (PAC) secara serentak di seluruh kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Langkah tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi untuk memperkuat struktur partai hingga ke tingkat akar rumput.

Sekretaris DPC PKB Kabupaten Probolinggo, Mahrus Shaleh, menjelaskan bahwa pelaksanaan Mussus merupakan tindak lanjut instruksi DPW PKB Jawa Timur dalam rangka konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan.

“DPW PKB Jawa Timur menetapkan dua mekanisme pembentukan kepengurusan PAC, yakni Musyawarah Anak Cabang (Musancab) bagi PAC yang SK rantingnya masih aktif, dan Musyawarah Khusus bagi wilayah yang masa berlaku SK kepengurusannya telah berakhir,” kata Mahrus, Jumat (7/8/2026).

Ia menegaskan, seluruh kepengurusan PAC di Kabupaten Probolinggo telah habis masa berlakunya, sehingga seluruh proses dilakukan melalui mekanisme Musyawarah Khusus.

“Untuk Kabupaten Probolinggo tidak ada SK yang aktif. Karena itu seluruhnya ditempuh melalui Musyawarah Khusus, namun kedudukannya sama dengan Musancab. Bedanya, fokusnya pada penetapan calon pengurus definitif di tingkat kecamatan,” ujarnya.

Menanggapi pelaksanaan Musyawarah Khusus tersebut, Anggota DPR RI Komisi XIII dari Fraksi PKB, Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag., menilai konsolidasi organisasi merupakan fondasi utama dalam menjaga soliditas partai sekaligus memperkuat pelayanan politik kepada masyarakat.

“Musyawarah Khusus yang dilaksanakan secara serentak di seluruh kecamatan merupakan langkah strategis untuk memastikan roda organisasi PKB berjalan secara sehat, tertib, dan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan partai. Regenerasi kepengurusan bukan sekadar pergantian struktur, tetapi momentum memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat serta meningkatkan kapasitas kader dalam menjalankan amanah politik,” ujar Anisah Syakur.

Menurutnya, kepengurusan PAC memiliki posisi yang sangat penting karena menjadi garda terdepan partai dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mengawal berbagai program kerakyatan.

“Saya berharap kepengurusan PAC yang nantinya terbentuk mampu menghadirkan kepemimpinan yang inklusif, solid, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kader PKB harus terus hadir di tengah rakyat, mendengarkan persoalan mereka, memberikan solusi, serta menjadi penghubung yang efektif antara aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah,” tegasnya.

Anisah juga mengapresiasi langkah DPC PKB Kabupaten Probolinggo yang menjalankan instruksi DPW PKB Jawa Timur secara tertib melalui mekanisme Musyawarah Khusus.

“Semangat konsolidasi ini harus menjadi energi baru bagi seluruh kader untuk semakin memperkuat struktur organisasi dari tingkat kecamatan hingga desa. Organisasi yang kuat akan melahirkan kader-kader yang berkualitas, memiliki integritas, dan mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat secara nyata. Dengan demikian, PKB akan semakin siap menghadapi berbagai agenda politik ke depan sekaligus terus mengabdi kepada bangsa dan negara melalui kerja-kerja yang berpihak kepada rakyat,” pungkas Anisah Syakur.