KabarJatim.Id | LAMONGAN– Universitas Al-Hikmah Indonesia (UAI) Tuban melakukan langkah nyata dalam memperkuat ekosistem ekonomi kampus dengan melakukan kunjungan studi tiru ke Lembaga Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD) Lamongan, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi strategis dari nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati oleh kedua institusi besar tersebut.
Kunjungan yang berlangsung khidmat namun produktif ini dipimpin langsung oleh Rektor UAI, Assoc. Prof. Dr. Laily Hidayati, didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kelembagaan, Inovasi, dan Kerja Sama, Dr. Muhammad Aziz. Turut serta dalam rombongan, Ketua Unit Pengembangan Bisnis UAI, Muhammad Subaidi, S.E., serta 14 mahasiswa program Pascasarjana Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) semester tiga.
Bertempat di Hall Meeting VIP Kantor Pusat Perekonomian PPSD, rombongan UAI disambut hangat oleh Direktur HRD, Auditing & CSR Lembaga Perekonomian PPSD, Ahmad Barik Milady, serta Kepala Divisi HRD, Auditing & CSR, Supriyanto. Pertemuan ini menjadi ruang diskusi intensif mengenai bagaimana sebuah lembaga pendidikan berbasis Islam mampu mengelola unit bisnis raksasa secara mandiri dan profesional.
Dalam sesi pemaparan yang dimulai pukul 10.00 WIB, Ahmad Barik Milady membedah “sejarah panjang pergulatan” lembaga ekonomi PPSD. Ia menceritakan bagaimana pesantren yang didirikan oleh KH. Abdul Ghofur ini bertransformasi dari unit usaha kecil hingga kini memiliki gurita bisnis di berbagai sektor, mulai dari pengolahan garam, air minum kemasan, pupuk, hingga sektor ritel dan galangan kapal.
Barik menekankan bahwa kunci keberhasilan ekonomi Sunan Drajat terletak pada integrasi antara nilai spiritualitas pesantren dengan manajemen bisnis modern. Pergulatan menghadapi tantangan pasar, regulasi, hingga manajemen SDM dipaparkan secara gamblang, memberikan wawasan berharga bagi delegasi UAI mengenai pentingnya ketahanan (resilience) dalam membangun unit bisnis di lingkungan institusi pendidikan.
Dr. Muhammad Aziz, selaku Wakil Rektor UAI, memberikan catatan kritis dalam diskusi tersebut. Menurutnya, studi tiru ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan upaya membedah instrumen inovasi yang diterapkan PPSD. Ia menegaskan bahwa pola kemandirian ekonomi pesantren ini sangat relevan untuk diadopsi ke dalam pengembangan unit bisnis di UAI Tuban agar kampus memiliki fondasi finansial yang kokoh.
Keikutsertaan 14 mahasiswa Pascasarjana MPI dalam agenda ini juga memiliki tujuan akademik yang mendalam. Mereka diajak untuk melihat langsung praktik lapangan mengenai manajemen perubahan dan kepemimpinan dalam organisasi pendidikan, serta pembiayaan pendidikan melalui bisnis di lembaga pendidikan. Para mahasiswa semester tiga ini diharapkan mampu melakukan observasi mendalam mengenai kaitan antara tata kelola pendidikan dan keberlanjutan unit usaha pendukungnya.
Acara yang berlangsung hingga pukul 12.30 WIB ini tidak hanya berhenti di ruang diskusi. Untuk memberikan gambaran komprehensif, rombongan diajak berkeliling meninjau langsung unit-unit perekonomian PPSD. Delegasi UAI berkesempatan mengunjungi pusat pergudangan yang menjadi urat nadi distribusi produk-produk Sunan Drajat ke berbagai daerah di Indonesia.
Suasana lapangan memberikan kesan mendalam saat para rombongan melihat langsung skala industri yang dikelola oleh tangan-tangan santri dan profesional pesantren. Keberadaan gudang logistik yang masif dan tertata rapi menjadi bukti nyata bahwa lembaga pendidikan Islam mampu bersaing dalam industri skala nasional jika dikelola dengan visi yang futuristik dan manajemen yang transparan.
Kunjungan diakhiri dengan keliling area Pondok Pesantren Sunan Drajat untuk melihat bagaimana ekosistem ekonomi dan pendidikan saling mendukung satu sama lain. Dengan terlaksananya studi tiru ini, UAI Tuban optimis dapat mengakselerasi pengembangan unit bisnis internalnya, membawa semangat kemandirian ekonomi dari Lamongan untuk diterapkan dan dikembangkan di Bumi Wali, Tuban.
