Kabarjatim.id | Blitar – Inovasi pertanian berbasis teknologi yang dikembangkan Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, mendapat perhatian dalam agenda Ansor Agro Inovasi Award 2026. Tim PW GP Ansor Jawa Timur turun langsung melakukan survei lapangan untuk melihat penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dan panel surya dalam mendukung pertanian hortikultura.
Berbeda dari pola pertanian konvensional, inovasi di Desa Wates menggabungkan pemantauan kondisi lahan secara digital dengan pemanfaatan energi terbarukan. Teknologi tersebut digunakan untuk mengetahui kondisi tanaman dan lahan secara real-time, mulai dari suhu, kelembapan hingga kondisi tanah.
Ketua Tim Ansor Agro Inovasi, **Muhammad Yunus**, mengatakan survei lapangan menjadi bagian penting dalam melihat sejauh mana sebuah inovasi benar-benar diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, inovasi Desa Wates memiliki sisi menarik karena teknologi tidak ditempatkan sebagai tujuan utama, melainkan sebagai alat untuk membantu petani mengambil keputusan secara lebih tepat.
“Yang kami nilai adalah bagaimana inovasi itu bekerja dan memberi manfaat. Penggunaan IoT dalam pertanian bisa membantu petani memperoleh informasi kondisi lahan secara cepat, sehingga pengelolaan tanaman menjadi lebih terukur,” kata Muhammad Yunus.
Sementara itu, Moh. Hamid Almaulududi, Kepala Desa Wates sekaligus Wakil Ketua PC Ansor bidang Pertanian, menjelaskan bahwa pengembangan pertanian berbasis teknologi merupakan bagian dari upaya desa menjawab tantangan pertanian ke depan.
Pemanfaatan panel surya, kata Hamid, juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan energi dalam sistem pertanian sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.
“Kami ingin pertanian di desa terus berkembang dan tidak tertinggal dengan kemajuan teknologi. Teknologi harus bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani, baik dalam efisiensi maupun peningkatan hasil pertanian,” ujarnya.
Hamid juga menilai keterlibatan generasi muda menjadi penting dalam mendorong transformasi sektor pertanian. Menurutnya, pertanian tidak harus identik dengan cara-cara lama, tetapi dapat dikembangkan melalui kreativitas, teknologi dan inovasi.
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa’ Saffril, S.H., M.H., mengatakan Ansor Agro Inovasi Award menjadi sarana untuk mencari dan mengangkat berbagai inovasi pertanian yang lahir dari masyarakat desa.
Ia menilai Desa Wates menunjukkan bahwa potensi desa dapat dikembangkan melalui perpaduan teknologi, pertanian dan energi terbarukan.
“Ansor Agro Inovasi Award bukan hanya mencari siapa yang terbaik, tetapi juga ingin menemukan inovasi yang bisa menjadi inspirasi dan dikembangkan di tempat lain. Apa yang dilakukan Wates menjadi contoh bahwa desa memiliki kemampuan untuk menciptakan model pertanian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya,” kata Musaffa’.
