Kabarjatim.id | Pasuruan -Prestasi pelajar Kabupaten Pasuruan yang berhasil menembus program Parlemen Remaja DPR RI mendapat apresiasi dari Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi, atau akrab disapa AW.
Andri Wahyudi yang merupakan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan dari Fraksi PDI Perjuangan menyambut positif keberhasilan Shovi Akbar Maulana, siswa MAN 1 Pasuruan asal Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji, yang berhasil lolos sebagai peserta Parlemen Remaja DPR RI.
Akbar menjadi satu-satunya pelajar yang mewakili Kabupaten Pasuruan dalam program tersebut sekaligus membawa nama daerah ke tingkat nasional.
“selamat dan sukses, sangat gembira dengan ada nya anak asli Kabupaten pasuruan lolos sampai ke pusat, intinya kita juga senang anak-anak muda mau melek politik, mengikuti perkembangan demokrasi sesungguhnya, karena anak muda adalah pilar masa depan Bangsa” terangnya
Kelolosan Akbar menjadi capaian tersendiri bagi dunia pendidikan Kabupaten Pasuruan. Ia berhasil menyisihkan ribuan pelajar yang mengikuti proses seleksi secara nasional.
Tercatat sebanyak 6.975 pelajar mendaftar dalam program tersebut. Dari jumlah itu, hanya 200 peserta yang dinyatakan lolos. Jawa Timur sendiri mengirimkan 29 peserta terpilih, sementara dari Dapil II hanya terdapat dua peserta yang berhasil lolos, termasuk Shovi Akbar Maulana.
Capaian tersebut membuat Akbar tidak hanya membawa nama MAN 1 Pasuruan, tetapi juga menjadi representasi pelajar Kabupaten Pasuruan dalam program parlemen remaja di tingkat nasional.
Bagi Akbar, kesempatan tersebut menjadi pengalaman penting untuk memperluas wawasan sekaligus mengenal lebih dekat dunia parlemen dan demokrasi.
“Bagi saya, ini bukan hanya tentang lolos seleksi. Saya membawa nama sekolah dan Kabupaten Pasuruan. Karena itu, saya ingin memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk belajar dan mendapatkan pengalaman sebanyak-banyaknya,” ujar Akbar.
Ia berharap keikutsertaannya dapat menjadi motivasi bagi pelajar lain di Kabupaten Pasuruan agar tidak ragu mengikuti kompetisi maupun program pengembangan diri di tingkat nasional.
“Saya ingin membuktikan bahwa pelajar dari Kabupaten Pasuruan juga mampu bersaing dengan pelajar dari berbagai daerah. Semoga setelah saya, semakin banyak pelajar Pasuruan yang berani mencoba dan membawa nama daerah ke tingkat nasional,” katanya.
