KABUPATEN MALANG — Pemanfaatan kredit untuk kegiatan produktif menjadi perhatian BRI Branch Office Kepanjen dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hingga Oktober 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di kantor tersebut tercatat lebih dari Rp496 miliar kepada lebih dari 10 ribu nasabah.

 

Branch Office Head BRI Kepanjen, Herwansyah, mengatakan dukungan terhadap UMKM tidak cukup hanya melalui penyediaan pembiayaan. Pemberdayaan, pendampingan, dan edukasi keuangan juga diperlukan agar nasabah dapat mengelola usaha secara berkelanjutan.

 

“Kisah Ibu Juwariyah menunjukkan bahwa dukungan BRI tidak hanya sebatas penyaluran KUR. Kami juga mendorong pemberdayaan, pendampingan usaha, serta edukasi finansial agar pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab,” ujar Herwansyah.

 

Juwariyah merupakan salah satu pelaku usaha yang memanfaatkan KUR BRI. Ia menjalankan bisnis penggilingan padi dan perdagangan beras di Jenggolo, Kepanjen, Kabupaten Malang, sejak 2000.

 

Ketika membutuhkan tambahan modal untuk membeli mesin penggilingan dan memperbaiki peralatan lama, Juwariyah mendapatkan fasilitas KUR sebesar Rp60 juta melalui BRI Unit Kepanjen. Seiring perjalanan bisnisnya, fasilitas pembiayaan yang diterima meningkat hingga mencapai Rp95 juta.

 

“Alhamdulillah, BRI banyak membantu usaha saya dan keluarga. Awalnya saya pinjam Rp. 60 juta dan sekarang sudah bisa sampai Rp. 95 juta. Usaha saya bisa ramai dan berkembang seperti ini secara tidak langsung juga karena bantuan BRI,” ungkap Juwariyah.

 

Ia mengatakan komunikasi dengan petugas BRI juga terus terjalin selama menjalankan usaha. Dukungan tersebut melengkapi akses pembiayaan yang digunakan untuk menunjang kebutuhan bisnisnya.

 

Dari total penyaluran KUR BRI Kepanjen, lebih dari 50 persen dialokasikan ke sektor pertanian dan perdagangan. Kedua bidang usaha itu dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

 

“Kami berharap KUR dapat terus dimanfaatkan secara produktif untuk memperkuat dan mengembangkan usaha. Dengan pembiayaan yang disertai pendampingan, kami ingin semakin banyak pelaku UMKM seperti Ibu Juwariyah yang memiliki kesempatan untuk tumbuh dan naik kelas,” tambah Herwansyah.

 

Melalui pembiayaan yang disertai edukasi keuangan, pelaku UMKM diharapkan mampu menyusun kebutuhan modal secara terukur, menjaga keberlangsungan usaha, dan memenuhi kewajiban kredit sesuai ketentuan yang berlaku.