KabarJatim.ID | Lamongan, Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Sunan Drajat kembali menorehkan prestasinya. Dengan Penghargaan Gold Award dalam ajang Indonesia Islamic School Excellence Award 2026 kategori Quranic Leadership (21/10/2026).
Penghargaan yang diserahkan di Ballroom Platinum Hotel Tunjungan Surabaya ini diterima langsung oleh Kepala Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Sunan Drajat.
Dikonfirmasi pada Rabu 28 Oktober 2026 Dalam wawancara yang dilakukan, Kepala Madrasah, Bapak Feri Fathoni, S.S., menuturkan bahwa, “Madrasah harus dibangun melalui kesatuan antara ilmu, iman, akhlak, dan tanggungjawab Sedangkan pendalaman Kitab Turats menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat pemahaman keislaman siswa secara mendalam”.
Menambah jumlah Prestasi Madrasah Setelah sebelumnya Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Membawa prestasi dalam cabang MQK tingkat nasional, MHQ tingkat karesidenan, Olimpiade Nahwu Shorof, hingga Musabaqah Kaligrafi Kabupaten Lamongan dengan meraih juara pertama. Sejumlah prestasi lain juga diraih melalui kegiatan ekstrakurikuler, seni Islami, dan karya tulis ilmiah.
Konsisten dalam mempertahankan prestasi bukan berarti mengejar penghargaan yang sama semata, melainkan memastikan bahwa setiap tahun kualitas pendidikan semakin baik dan semakin banyak lulusan yang mampu mengamalkan ilmunya. Harapan terbesar kedepannya Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Sunan Drajat terus tumbuh sebagai lembaga pendidikan yang kokoh dalam tradisi keilmuan Islam, unggul dalam pembentukan karakter, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan konsisten melahirkan kader ulama serta pemimpin umat yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
“Implementasinya dilakukan melalui pembelajaran agama yang terstruktur, pembiasaan ibadah, keteladanan para guru, pembinaan akhlak, serta pemberian tanggung jawab kepada siswa dalam berbagai kegiatan pendidikan dan organisasi. Kami juga mengembangkan kemampuan komunikasi dan keberanian menyampaikan gagasan melalui kegiatan public speaking dan forum-forum pembelajaran”. Tuturnya
Madrasah yang membekali siswa-siswi nya dengan berbagai disiplin ilmu keislaman, antara lain Nahwu, Shorof, Fikih, Usul dan Qowaid Fikih, Balaghoh, Faroidh, Ilmu Falak, dan bidang keilmuan lainnya. Pembelajaran Kitab Kuning melatih siswa untuk memahami ajaran Islam melalui sumber-sumber keilmuan yang memiliki tradisi akademik panjang, sekaligus membangun ketelitian, kedisiplinan berpikir, dan tanggung jawab dalam menyampaikan ilmu.
Selain itu, pembentukan kepemimpinan kami integrasikan melalui pembiasaan ibadah, kedisiplinan, tanggung jawab organisasi, kegiatan public speaking, serta berbagai aktivitas pendidikan dan kesantrian. Para siswa diharapkan memiliki kemampuan memahami ilmu agama sekaligus keberanian, kematangan sikap, dan kecakapan untuk mengamalkannya.
Kepala Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Sunan Drajat, juga menyampaikan upaya dalam mengadaptasi sistem pendidikan dengan perkembangan teknologi dan tata kelola modern serta tradisi keilmuan pesantren tetap terjaga, sementara pengelolaan pendidikan yang terus berkembang secara profesional, efektif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
Madrasah juga terus menjaga konsistensi pada nilai dasar pendidikan sekaligus memiliki keberanian untuk terus melakukan perbaikan. Kami berpegang pada prinsip al-muhafazhatu ‘ala al-qadim ash-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah, yaitu memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik.
Prinsip ini sangat relevan bagi Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Sunan Drajat. Pendalaman Kitab Turats, penghormatan terhadap guru, pembentukan akhlak, dan pembiasaan kehidupan santri merupakan fondasi yang harus tetap dijaga. Pada saat yang sama, metode pembelajaran, profesionalitas tenaga pendidik, teknologi, dan sistem manajemen harus terus dikembangkan.
Keberhasilan dalam proses tak lupa sebagai hasil kerja bersama, mulai dari Pengurus Yayasan, Pengurus Madrasah, para ustadz dan ustadzah, siswa, hingga dukungan para wali murid dan seluruh pihak yang turut dalam perkembangan madrasah.
Madrsah memprioritaskan peningkatan profesionalitas guru, pengembangan kepemimpinan siswa, dan penyempurnaan sistem manajemen madrasah.
Sebagai langkah konkret yang terus didorong. Pertama, memperkuat metodologi pembelajaran Kitab Kuning agar semakin efektif, sistematis, dan menarik. Kedua, meningkatkan kompetensi guru. Ketiga, memperluas program pengembangan potensi siswa. Keempat, mengembangkan tata kelola pendidikan. Kelima, memperkuat hubungan antara madrasah, wali murid, alumni dan masyarakat. “Kami ingin menjadikan penghargaan ini sebagai titik awal untuk melahirkan lebih banyak inovasi dan meningkatkan manfaat madrasah bagi masyarakat luas”. Pungkasnya.
