Kabarjatim.id | Pasuruan Dalam rangka memperkuat ketahanan ideologis bangsa di tengah tantangan zaman, kegiatan Penguatan Jaringan Relawan Kebijakan Pancasila kepada Kelompok Masyarakat Tahun 2025 resmi digelar pada Minggu, 20 Juli 2025, bertempat di Gedung Anisah Foundation, Kabupaten Pasuruan.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyatukan kekuatan masyarakat dan pemangku kebijakan karena acara tersebut merupakan sinergitas dari pada DPR RI Komisi XIII dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) selaku mitra kerja untuk menjaga dan membumikan nilai-nilai luhur Pancasila di tengah kehidupan sosial yang semakin kompleks.Tidak tanggung-tanggung, acara tersebut menghadirkan empat narasumber berkompeten dari berbagai level pemerintahan dan legislatif.

Hadir sebagai narasumber pertama, Dr. Fitri Suhariyadi, S.T, M.T, selaku Kepala Biro Umum dan SDM sekaligus Plt. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi, menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan data dalam menguatkan jaringan relawan Pancasila. Menurutnya, literasi digital dan ideologis harus berjalan beriringan untuk mencegah masyarakat dari pengaruh konten destruktif.

“Relawan kebijakan Pancasila bukan hanya pelengkap administratif, tetapi menjadi simpul penting dalam memperluas pemahaman dan pengamalan nilai-nilai dasar negara,” ujar Dr. Fitri.

kabarjatim

Sementara itu, Dr. Hj. Laila Abidah, S.Ag, M.Ag, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, menyampaikan bahwa relawan kebangsaan harus menjadi garda terdepan dalam merawat ideologi negara dari bawah. Ia menekankan pentingnya membangun ketahanan ideologis berbasis komunitas dan nilai-nilai lokal.

“Ketahanan ideologis tidak bisa dibangun hanya dari atas. Ia harus hidup dan mengakar dari bawah. Maka peran relawan ini strategis sebagai penghubung antara nilai Pancasila dengan realitas masyarakat sehari-hari,” ujar Laila.

Dalam kesempatan yang sama, Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag, Anggota DPR RI, menegaskan bahwa Pancasila adalah ideologi yang hidup dan tidak boleh berhenti hanya pada tataran hafalan. Ia menyebut penguatan relawan sebagai langkah konkret membumikan Pancasila ke dalam tindakan.

“Pancasila harus menjadi energi moral yang menyatu dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik masyarakat. Relawan adalah ujung tombak untuk menjaga nilai-nilai itu tetap hidup,” jelas Anisah Syakur di hadapan peserta.

Senada dengan itu, H. Sa’ad Muafi, S.H, Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung gerakan relawan Pancasila. Ia menyebut sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat adalah kunci dari ketahanan ideologi bangsa.

“Penguatan jaringan relawan harus menjadi agenda lintas sektor. Pemerintah daerah siap bersinergi dan mendukung langkah-langkah konkret yang lahir dari bawah,” ujarnya.

Acara yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat ini berlangsung penuh semangat dan antusiasme. Diskusi interaktif, sesi tanya jawab, dan pembentukan jejaring relawan menjadi bagian dari proses penguatan gerakan ideologis ini.

Salah satu peserta, M. Shohib seorang tokoh pemuda dari Kecamatan Prigen, mengaku terinspirasi oleh materi yang disampaikan.

“Kami jadi lebih paham bahwa menjaga Pancasila bukan hanya urusan formal negara, tapi tanggung jawab setiap warga. Insyaallah saya siap menjadi relawan Pancasila di lingkungan saya,” ungkapnya.