Kabarjatim.id | Kabupaten PasuruanKegiatan pembinaan rohani bagi warga binaan kembali digelar oleh Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan. Program rutin yang dilaksanakan setiap hari Selasa ini menjadi wadah penting dalam menumbuhkan kesadaran spiritual dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di kalangan warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Bangil.

Kegiatan kali ini dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam Kabupaten Pasuruan, yakni Hasan Ubaidillah, S.Pd, dan Abdul Manaf, S.Pd.I. Sejak pukul 07.00 hingga 10.00 WIB, suasana Rutan Bangil tampak khidmat dan penuh makna. Para warga binaan mengikuti dengan antusias setiap materi dan tausiyah yang disampaikan para penyuluh.

Dalam kesempatan tersebut, Hasan Ubaidillah, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari ikhtiar nyata untuk menghadirkan nilai-nilai dakwah di semua lini kehidupan.

kabarjatim

“Dakwah itu harus menyentuh semua lapisan masyarakat, termasuk saudara-saudara kita yang sedang menjalani masa pembinaan di Rutan. Mereka juga berhak mendapatkan siraman rohani dan motivasi agar mampu memperbaiki diri serta menata masa depan yang lebih baik,” ujar Hasan Ubaidillah.

Ia menambahkan bahwa pembinaan seperti ini menjadi sarana efektif untuk menanamkan semangat tobat, kesadaran sosial, dan tanggung jawab moral bagi para warga binaan. Dengan pendekatan yang persuasif dan penuh empati, para penyuluh berupaya menumbuhkan kembali rasa percaya diri dan harapan baru bagi mereka.

Sementara itu, Abdul Manaf, S.Pd.I menuturkan bahwa kegiatan pembinaan ini juga diisi dengan kajian keislaman, pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an, dan dialog interaktif seputar kehidupan spiritual serta moralitas.

“Kami berusaha agar kegiatan ini tidak hanya bersifat ceramah satu arah, tetapi juga membuka ruang bagi warga binaan untuk bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman spiritual mereka,” ujarnya.

Kepala Bimas Islam Kemenag Kabupaten Pasuruan, Agus Suhery, S.Ag..M.Si menyampaikan apresiasi atas komitmen para penyuluh agama yang terus konsisten menjalankan program pembinaan ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program nasional Kementerian Agama dalam memperkuat pembinaan moral dan spiritual di lembaga pemasyarakatan.

Dengan adanya kegiatan rutin seperti ini, diharapkan warga binaan tidak hanya menjalani masa hukuman secara fisik, tetapi juga mendapatkan pembinaan mental dan spiritual yang dapat menjadi bekal penting saat kembali ke masyarakat.