Kabarjatim.id | Tuban -Suasana pagi di Desa Tapen, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban pada rabu (22/25) pagi mendadak berubah mencekam ketika kobaran api melahap sebuah tempat produksi solar milik Bapak Raditya Airlangga. Kebakaran tersebut terjadi pada sekitar pukul 09.00 WIB, dan sontak mengundang perhatian warga sekitar yang berusaha memberikan pertolongan awal sebelum petugas pemadam tiba di lokasi.
Berdasarkan keterangan awal dari warga setempat, api diduga kuat berasal dari konsleting dinamo di area produksi. Tempat usaha yang diketahui menyimpan bahan latung sebanyak 5 hingga 7 ton itu menjadi sangat rentan terbakar. Dalam waktu singkat, api membesar dan menjalar cepat hingga melalap sebagian besar area produksi.
Mbah Mari, salah satu warga yang turut menyaksikan kejadian tersebut, menuturkan bahwa meski tidak ada korban jiwa, sejumlah kendaraan di lokasi tidak sempat diselamatkan. “Tidak ada korban jiwa, alhamdulillah. Tapi satu mobil truk dan tiga motor hangus terbakar,” ujarnya saat ditemui di dekat lokasi kejadian.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba beberapa saat setelah api membesar langsung melakukan upaya pemadaman secara intensif. Berkat kesigapan petugas dan bantuan warga, api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar satu jam kemudian. Beruntung, kobaran api tidak sempat menjalar ke permukiman warga maupun rumah milik pemilik usaha.
Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat, terutama bagi para pelaku usaha di sektor produksi bahan bakar, agar lebih berhati-hati dalam mengelola sistem kelistrikan dan memastikan keamanan instalasi di area kerja. Kewaspadaan terhadap potensi konsleting listrik dan penerapan sistem pengamanan yang memadai sangat dibutuhkan guna mencegah peristiwa serupa terjadi kembali di kemudian hari. (Isti/Kabarjatim.id)


