Kabarjatim.id | Sidoarjo -Tuduhan serius kini menghantam Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Sidoarjo. Administrasi yang dinilai ‘sengaja’ dibuat berbelit membuat para mitra lembaga itu babak belur, setelah pembayaran yang seharusnya diterima justru macet berbulan-bulan sepanjang tahun 2025.
Keluhan puluhan pihak ketiga yang telah menyelesaikan kegiatan kini mengarah pada dua figur sentral Kepala Bakesbangpol Fredik Suharto dan Bendahara Rizkia Ananda. Keduanya disorot keras karena dianggap membiarkan dokumen tagihan menumpuk tanpa progres, sehingga para rekanan menanggung utang dan beban kerugian sendiri.
Seorang rekanan yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkap kondisi yang dinilai tidak masuk akal itu.
“Ini bukan masalah uangnya tidak ada. Ini masalah administrasi yang diulur-ulur. Kami sudah bolak-balik Bakesbangpol, dokumen terhenti di meja Bendahara dan Kepala Badan,” ujarnya, Jum’at (14/11/2025).
Ia menjelaskan bagaimana proses pencairan dana terjebak dalam rantai birokrasi yang tidak efisien dan seolah disengaja untuk diperlambat.
“Satu dokumen butuh banyak tanda tangan (PPTK, Kasi, Kabid, PPK). Tapi, kunci utamanya ada pada verifikasi Bendahara, Rizkia Ananda, dan persetujuan akhir dari Kepala Bakesbangpol, Fredik Suharto. Mestinya, begitu kegiatan selesai, pembayaran bisa langsung dieksekusi, bukan ditahan berbulan-bulan.”
Akibat kelambatan yang tak berujung ini, pembayaran atas pekerjaan dan kegiatan tak kunjung jelas kapan terealisasi. Para rekanan dipaksa menunggu berbulan-bulan tanpa kepastian, memicu gelombang kemarahan.
Mereka juga mengecam standar ganda yang berlaku di Pemkab Sidoarjo
“Jika kami (rekanan) terlambat, kami langsung kena denda dan di-blacklist. Tetapi jika Pemkab terlambat bayar, tidak ada sanksi apa pun bagi pejabat yang bertanggung jawab.” ungkapnya.
Gelombang protes kini mendidih. Rekanan menuntut pertanggungjawaban langsung dari Fredik Suharto dan Rizkia Ananda, serta mengancam akan menggelar aksi demonstrasi besar apabila pembayaran tidak segera diberi kejelasan dalam waktu dekat.


