Kabarjatim.id | Sidoarjo -PC PMII Sidoarjo melalui Bidang Kaderisasi menggelar Pelatihan Instruktur Guna Mempersiapkan Kinerja Tim Kaderisasi untuk bertugas mengawal proses kaderisasi kader dasar pasca kegiatan Pelatihan (PKD). Ketua Tim Kaderisasi, Moch Rofiuddin yang juga menjabat sebagai Waka I PC PMII Sidoarjo menyampaikan, kegiatan ini guna menunjang mengidentifikasi masalah dalam kegiatan pengkaderan. Harapannya, evaluasi ini dapat meningkatkan produktivitas Tim Kaderisasi di masa mendatang terkhusus bulan kaderisasi tahun 2026.
“Sebagaimana kita ketahui, Tim Kaderisasi (Instruktur/Pendamping) ini adalah hasil dari pelatihan instruktur yang sudah beberapa periode kebelakang belum digelar, sehingga perlu adanya peningkatan kapasitas SDM dari tim kaderisasi. Oleh karena itu, kami dari Bidang Internal berwenang mengevaluasi dan memantau sejauh mana tim ini dapat dijalankan di lapangan,” ujar Rofiuddin.
Ia juga menambahkan bahwa pelatihan instruktur ini juga kita refleksikan sebagai bahan evaluasi, diharapkan mampu menyelaraskan tugas Tim Kaderisasi dengan kerja organisasi, terutama dalam aspek pengkaderan formal. Dengan demikian, kekurangan yang ditemukan dalam evaluasi ini dapat diperbaiki demi optimalisasi dan efektifitas siklus kaderisasi formal.
“Kami dari Bidang Internal PC PMII Sidoarjo berharap seluruh pendampingan yang dilakukan Tim Kaderisasi dapat terus diperbaiki, terutama dalam aspek yang selama ini masih kurang. Ke depan, kami ingin pendampingan kaderisasi oleh Tim Kaderisasi berjalan maksimal sesuai tugas pokok dan fungsi mereka untuk mengawal jenjang kaderisasi di rayon dan komisariat,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris I Tim Kaderisasi, Riski Permana, menilai bahwa evaluasi ini sangat penting untuk menilai kinerja tiap anggota tim kaderisasi dalam menjalankan tugasnya.
Ketua Umum PC PMII Sidoarjo tersebut juga menyatakan bahwa evaluasi ini berguna untuk perencanaan dan pengembangan pengkaderan agar lebih efektif.
Keberadaan evaluasi, kata dia, membantu meningkatkan kesadaran akan kontribusi masing-masing anggota dalam mengawal kaderisasi di tingkat rayon dan komisariat.
“Evaluasi ini bermanfaat dalam merumuskan strategi efektif guna menciptakan suasana kaderisasi yang bersifat ideologis dan praksis,” pungkasnya.


