Kabarjatim.id | Pasuruan -Upaya pencegahan dan perlawanan terhadap bahaya narkoba di Kabupaten Pasuruan terus digencarkan melalui berbagai pendekatan, salah satunya lewat kegiatan religi yang diinisiasi Komunitas Ngaji Cafe To Cafe (NCTC). Mengusung tema “Se-Tuhan Se-Juta Jalan” dengan tajuk “Jangan Pernah Menyerah”, kegiatan ini digelar di Cafe Kopi Rex Gank, Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Selasa malam (28/04/2026).

Acara tersebut sukses menyedot perhatian ratusan peserta dari berbagai elemen, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas motor, hingga masyarakat umum yang ingin mendapatkan siraman rohani sekaligus memperkuat kesadaran akan ancaman sosial yang semakin nyata, khususnya narkoba.

Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, dalam sambutannya menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap maraknya peredaran narkoba yang mulai menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk generasi muda di desa-desa.

“Persoalan narkoba ini sudah sangat serius. Tidak hanya di kota besar, tetapi juga mulai masuk ke desa-desa. Ini menjadi ancaman nyata bagi masa depan generasi kita. Karena itu, saya sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini yang mampu menyentuh sisi spiritual sekaligus sosial masyarakat,” ujar Mochammad Fuad.

kabarjatim

Ia menambahkan bahwa pemerintah desa tidak bisa bekerja sendiri dalam memerangi narkoba. Diperlukan kolaborasi antara tokoh agama, komunitas, dan masyarakat luas agar upaya pencegahan bisa berjalan efektif.

“Kami di tingkat desa tentu memiliki keterbatasan. Maka kehadiran komunitas seperti NCTC ini sangat membantu. Pendekatan keagamaan seperti ini penting, karena narkoba tidak hanya merusak fisik, tetapi juga menghancurkan mental dan akhlak seseorang,” lanjutnya.

Lebih jauh, Mochammad Fuad juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, khususnya terhadap pergaulan anak-anak muda.

“Kita semua punya tanggung jawab. Orang tua, tokoh masyarakat, pemuda, semuanya harus terlibat. Jangan sampai kita lengah, karena sekali generasi muda terjerumus, dampaknya sangat panjang dan merusak masa depan,” tegasnya.

Sementara itu, penceramah muda Gus Romy Syib dalam tausiyahnya menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya keteguhan hati, keikhlasan, dan keyakinan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Ia menekankan bahwa banyak anak muda yang terjerumus ke dalam narkoba karena kehilangan arah dan mudah putus asa.

“Tema ‘Jangan Pernah Menyerah’ ini bukan sekadar slogan. Ini adalah prinsip hidup. Banyak orang yang jatuh ke dalam jurang narkoba karena mereka merasa tidak punya harapan, tidak punya pegangan hidup. Di sinilah pentingnya iman dan keyakinan,” ungkap Gus Romy.

Ia juga mengingatkan bahwa narkoba bukan hanya merusak diri sendiri, tetapi juga menghancurkan keluarga dan lingkungan sekitar.

“Narkoba itu tidak pernah datang membawa solusi. Justru sebaliknya, ia menghancurkan perlahan. Menghancurkan masa depan, menghancurkan keluarga, bahkan bisa menghilangkan nyawa. Maka jangan pernah coba-coba,” tegasnya di hadapan jamaah.

Dalam ceramahnya, Gus Romy juga mengajak para peserta untuk memperkuat hubungan dengan Tuhan sebagai benteng utama dalam menghadapi godaan kehidupan.

“Kalau kita dekat dengan Tuhan, kita punya pegangan. Kita tidak mudah goyah. Kita tidak mudah tergoda oleh hal-hal yang merusak, termasuk narkoba. Maka kunci utama adalah keikhlasan, kesabaran, dan keyakinan,” tambahnya.

Ia juga memberikan pesan khusus kepada generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan negatif.

“Anak muda hari ini adalah pemimpin masa depan. Jangan rusak masa depan kalian dengan hal-hal yang sesaat. Pilih pergaulan yang baik, isi waktu dengan hal positif, dan jangan pernah menyerah dalam meraih cita-cita,” pesannya.