MALANG – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) memprioritaskan revitalisasi empat pasar rakyat yang hingga kini belum mengalami renovasi secara menyeluruh. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana perdagangan tradisional agar lebih nyaman dan tertata.

 

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan dari total 26 pasar tradisional yang ada di Kota Malang, terdapat empat pasar yang menjadi prioritas pembenahan, yakni Pasar Blimbing, Pasar Besar, Pasar Tawangmangu, serta Pasar Talun di kawasan Bareng yang dikenal sebagai pasar wisata.

 

kabarjatim

Pernyataan tersebut disampaikan Eko usai menghadiri syukuran dimulainya proyek penataan Jalan Gadang-Bumiayu di Pasar Gadang, Senin (15/6/2026). Menurutnya, seluruh tahapan perencanaan teknis telah disiapkan melalui penyusunan Detail Engineering Design (DED), sehingga pemerintah tinggal menyesuaikan pelaksanaan program dengan ketersediaan anggaran.

 

Ia menjelaskan, konsep pasar rakyat yang akan dikembangkan mengedepankan kemudahan akses bagi masyarakat. Model pasar tidak bertingkat seperti Pasar Klojen dan Pasar Oro-oro Dowo dinilai lebih ideal karena memudahkan mobilitas pengunjung dan mendukung aktivitas perdagangan yang lebih efektif.

 

Selain meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli, revitalisasi pasar juga diharapkan berdampak pada peningkatan pendapatan daerah dari sektor retribusi. Pada tahun 2026, Pemkot Malang menargetkan penerimaan retribusi pasar mencapai Rp10 miliar. Hingga pertengahan tahun, realisasinya diperkirakan telah mencapai sekitar 40 persen dari target tersebut.

 

Meski demikian, pelaksanaan fisik revitalisasi pasar diperkirakan belum dapat dimulai pada tahun ini. Pemerintah masih mempersiapkan proses penganggaran dan membuka peluang agar proyek tersebut dapat direalisasikan pada tahun mendatang.

 

“Di Kota Malang terdapat 26 pasar tradisional. Yang belum direnovasi secara total ada Pasar Blimbing, Pasar Besar, Pasar Tawangmangu, dan Pasar Talun di Bareng. Semuanya sudah memiliki DED, sehingga secara administrasi sudah siap. Tinggal kami mengajukan kepada pimpinan terkait plotting anggaran, apakah bisa direalisasikan tahun ini atau tahun berikutnya,” ujar Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi.

 

Ia menambahkan, revitalisasi pasar tidak hanya berorientasi pada pembenahan bangunan, tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan. “Idealnya pasar rakyat itu seperti Pasar Klojen dan Pasar Oro-oro Dowo, tidak bertingkat sehingga mudah dijangkau dan aktivitas transaksi lebih cepat. Kalau infrastruktur dan pelayanan semakin baik, saya optimistis para pedagang juga akan berkontribusi terhadap peningkatan retribusi daerah,” pungkasnya.