Kabarjatim.id | Surabaya – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur berkomitmen mendorong terciptanya hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan sebagai fondasi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Ansor Economic Forum 2026 dengan tema “Memperkuat Hubungan Industrial Harmonis: Usaha Tumbuh, Pekerja Sejahtera” dan tagline “Dari Ansor untuk Ekonomi yang Berkeadilan.”

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa’ Safril, S.H., M.H., menegaskan bahwa tantangan ekonomi global, transformasi industri, digitalisasi dunia kerja, serta dinamika regulasi ketenagakerjaan menuntut hadirnya ruang dialog yang mampu mempertemukan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kesepahaman dan kolaborasi yang konstruktif.

Menurut Musaffa’ Safril, hubungan industrial yang sehat tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyelesaian persoalan ketenagakerjaan, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan usaha, peningkatan produktivitas, serta kesejahteraan pekerja.

“Pembangunan ekonomi yang berkelanjutan membutuhkan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah. Di tengah tantangan ekonomi global, transformasi industri, digitalisasi dunia kerja, serta perubahan regulasi ketenagakerjaan, diperlukan ruang dialog yang mampu mempertemukan seluruh pemangku kepentingan guna membangun kesepahaman dan kolaborasi yang konstruktif,” ujar Musaffa’ Safril.

kabarjatim

Ia menjelaskan bahwa hubungan industrial yang sehat bukan hanya menjadi instrumen penyelesaian persoalan ketenagakerjaan, melainkan juga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan usaha, peningkatan produktivitas, serta kesejahteraan pekerja.

“Dunia usaha membutuhkan kepastian dan stabilitas, sementara pekerja membutuhkan perlindungan dan jaminan kesejahteraan yang memadai. Dalam konteks inilah peran pemerintah menjadi penting sebagai regulator sekaligus fasilitator terciptanya hubungan industrial yang berkeadilan,” lanjutnya.

Musaffa’ Safril menambahkan, Gerakan Pemuda Ansor sebagai organisasi kepemudaan, keagamaan, dan kemasyarakatan memiliki posisi strategis dalam mendorong terciptanya iklim usaha yang sehat sekaligus perlindungan tenaga kerja yang optimal.

“Gerakan Pemuda Ansor sebagai organisasi kepemudaan, keagamaan, dan kemasyarakatan memiliki peran strategis dalam mendorong terciptanya iklim usaha yang sehat sekaligus perlindungan tenaga kerja yang optimal. Seiring berkembangnya kader-kader Ansor sebagai pelaku usaha di berbagai sektor, diperlukan upaya untuk memperkuat jejaring ekonomi kader serta meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya hubungan industrial yang harmonis sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tegasnya.

Melalui penyelenggaraan Ansor Economic Forum 2026, PW GP Ansor Jawa Timur menghadirkan forum dialog strategis yang mempertemukan Pengusaha Ansor, serikat pekerja, pemerintah, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Melalui Ansor Economic Forum 2026, PW GP Ansor Jawa Timur menghadirkan forum dialog strategis yang mempertemukan Pengusaha Ansor, serikat pekerja, pemerintah, akademisi, serta para pemangku kepentingan lainnya untuk membahas tantangan dan peluang hubungan industrial di Jawa Timur. Forum ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan dan komitmen bersama dalam mewujudkan dunia usaha yang berkembang, tenaga kerja yang terlindungi, dan ekonomi yang berkeadilan,” pungkas Musaffa’ Safril.

Ansor Economic Forum 2026 diharapkan menjadi wadah lahirnya gagasan, solusi, dan kolaborasi nyata antara dunia usaha, pekerja, dan pemerintah guna memperkuat hubungan industrial yang harmonis serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan di Jawa Timur.