MALANG – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menegaskan komitmennya dalam mendukung program penyediaan perumahan nasional melalui kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat bersama Kementerian BKP, BP Tapera, serta berbagai pemangku kepentingan.

 

Selama tiga hari pelaksanaan rangkaian kegiatan di Jawa Timur, BRI berhasil menyalurkan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) senilai Rp532,2 miliar kepada 2.460 debitur.

 

kabarjatim

Puncak kegiatan berlangsung di SMAN 6 Kota Malang, Jumat (3/7/2026), setelah sebelumnya agenda serupa digelar di Kota Surabaya dan Kota Blitar.

 

Penyaluran pembiayaan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi melalui sektor perumahan.

 

Direktur Consumer Banking BRI, Haris Hartanto, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan bentuk nyata dukungan BRI terhadap program prioritas pemerintah di bidang perumahan. Khusus pada hari terakhir pelaksanaan di Kota Malang, BRI mencatat penyaluran KPR sebesar Rp350 miliar.

 

“Hari ini, 3 Juli 2026, saya laporkan dengan sangat bangga bahwa BRI berhasil menyalurkan KPR sebesar Rp350 miliar. Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, total pembiayaan yang tersalurkan mencapai Rp532,2 miliar kepada 2.460 debitur. Artinya, seperti yang sering disampaikan Bapak Menteri, dalam tiga hari ini kita berhasil menciptakan perputaran uang sebesar Rp532,2 miliar di masyarakat,” ujar Haris.

 

Menurutnya, program pembiayaan perumahan tidak hanya berorientasi pada penyediaan rumah bagi masyarakat, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang luas.

 

Sektor perumahan dinilai mampu menggerakkan berbagai sektor usaha yang saling berkaitan, mulai dari industri bahan bangunan, jasa konstruksi, hingga pelaku usaha mikro di daerah.

 

“Kami selalu memandang bahwa program penyediaan rumah bukan semata tentang membangun hunian. Yang lebih penting adalah bagaimana penyediaan rumah mampu memberdayakan ekonomi masyarakat. Sektor perumahan memiliki efek berganda (trickle-down effect) yang sangat besar terhadap perekonomian daerah. Karena itu, BRI siap dan berkomitmen untuk terus mendukung program Pemerintah Presiden Prabowo melalui kolaborasi dengan seluruh pihak,” katanya.

 

Haris juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Malang, Forum BUMD, BP Tapera, asosiasi pengembang, termasuk Apersi, serta seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar program pembiayaan perumahan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

 

Selain itu, BRI membuka ruang terhadap berbagai masukan yang disampaikan masyarakat selama kegiatan berlangsung. Seluruh aspirasi dari calon debitur maupun nasabah akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan pembiayaan ke depan.