Kabarjatim.ID | Tuban — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Participatory Action Research (KKN-PAR) Kelompok 01 STAI Senori meresmikan program kerja berupa pengadaan dan penyerahan tempat sampah kepada kepala dusun di Desa Rayung. Program tersebut menjadi langkah nyata mahasiswa bersama masyarakat dalam menangani persoalan pembuangan sampah sembarangan yang masih ditemukan di sejumlah lingkungan dusun.
Program pengadaan tempat sampah ini tidak langsung diputuskan oleh mahasiswa KKN. Sebelumnya, mahasiswa KKN-PAR 01 STAI Senori terlebih dahulu melibatkan masyarakat, tokoh masyarakat, serta kepala dusun untuk meminta masukan sekaligus mencari solusi bersama masyarakat terkait permasalahan sampah yang ada di masing-masing dusun. Proses tersebut dilakukan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan pada Jumat, 21 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa bersama masyarakat membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan, khususnya kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Dari hasil diskusi, masyarakat dan mahasiswa KKN-PAR 01 STAI Senori membuat kesepakatan untuk menyediakan tempat sampah di beberapa titik yang dinilai membutuhkan, sekaligus memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya membuang dan mengelola sampah pada tempat yang telah disediakan. Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan tersebut, mahasiswa KKN-PAR 01 STAI Senori menyerahkan tempat sampah kepada kepala dusun untuk ditempatkan dibeberapa titik. Sebanyak enam tempat sampah disalurkan, dengan rincian empat tempat sampah di Dusun Kedongkebo, satu tempat sampah di Dusun Tulung, dan satu tempat sampah di Dusun Joho.
Pelaksanaan program ini mendapat respons yang cukup baik dari masyarakat. Kehadiran tempat sampah diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi warga sekaligus menjadi salah satu upaya untuk mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan di lingkungan sekitar. Meski demikian, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa masukan dari masyarakat mengenai lokasi penempatan tempat sampah. Beberapa masyarakat menyampaikan bahwa terdapat titik penempatan tempat sampah yang dirasa kurang tepat. Menurut mereka, lokasi tempat sampah perlu mempertimbangkan beberapa hal, seperti kemudahan akses warga, kondisi lingkungan sekitar, serta efektivitas penggunaannya agar keberadaan tempat sampah benar-benar memberikan manfaat secara maksimal. Mahasiswa KKN-PAR 01 STAI Senori menyambut baik berbagai masukan tersebut. Hal ini sejalan dengan prinsip Participatory Action Research (PAR) yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses identifikasi masalah, pengambilan keputusan, hingga pelaksanaan solusi.
Program ini merupakan bukti nyata kolaborasi antara mahasiswa KKN-PAR 01 STAI Senori dan masyarakat Desa Rayung dalam mencari solusi bersama atas permasalahan yang ada. Dengan adanya partisipasi masyarakat, diharapkan upaya menjaga kebersihan lingkungan ini dapat terus berkelajutan meskipun masa pelaksanaan KKN telah berakhir. Selain itu, Masyarakat juga memberikan apresiasi terhadap kepedulian mahasiswa KKN dalam menyikapi persoalan kebersihan yang selama ini menjadi salah satu permasalahan yang di lingkungan sekitar.
Namun, pelaksanaan program tersebut juga tidak terlepas dari adanya kritik dan masukan. Beberapa masyarakat menyampaikan bahwa terdapat titik penempatan tempat sampah yang dirasa masih kurang tepat. Menurut mereka, lokasi tempat sampah perlu mempertimbangkan beberapa hal, seperti kemudahan akses warga, kondisi lingkungan sekitar, serta efektivitas penggunaannya agar keberadaan tempat sampah benar-benar memberikan manfaat secara maksimal. Masukan tersebut justru menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program. Mahasiswa KKN-PAR 01 STAI Senori menyadari bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut dapat diterima, digunakan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hal tersebut juga sesuai dengan prinsip Participatory Action Research (PAR) yang menjadi pendekatan dalam pelaksanaan KKN. Dalam metode PAR, masyarakat tidak ditempatkan hanya sebagai penerima program, melainkan sebagai pihak yang turut berpartisipasi dalam mengidentifikasi masalah, menyampaikan kebutuhan, menentukan solusi, hingga mengevaluasi hasil dari program yang telah dilaksanakan.
Dengan demikian, pengadaan tempat sampah ini merupakan hasil dari proses yang dimulai dari mendengarkan persoalan, berdiskusi, menentukan solusi, hingga melakukan aksi bersama. Rangkaian tersebut menjadi gambaran bahwa perubahan di tengah masyarakat dapat dimulai dari persoalan sederhana yang benar-benar dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Lebih dari sekadar fasilitas kebersihan, tempat sampah yang diserahkan diharapkan dapat menjadi pengingat sekaligus sarana untuk membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat. Kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah desa ataupun mahasiswa KKN, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat yang tinggal di dalamnya.
Mahasiswa KKN-PAR 01 STAI Senori juga berharap program tersebut tidak berhenti pada saat penyerahan tempat sampah saja. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat dirawat dan dimanfaatkan bersama oleh masyarakat sehingga mampu memberikan dampak dalam jangka panjang.
Selain itu, sosialisasi mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya menjadi bagian yang tidak kalah penting. Sebab, penyediaan fasilitas tanpa diiringi kesadaran masyarakat masih belum cukup untuk menyelesaikan persoalan sampah yang ada dilingkungan tersebut. Dibutuhkan pergerakan atau aksi nyata yang mampu membawa perubahan manset (pola pikir) dan kebiasaan agar masyarakat memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri.
Program ini sekaligus menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh melalui kolaborasi sederhana. Ketika mahasiswa membawa semangat pengabdian, masyarakat memberikan pengalaman dan pengetahuan mengenai kondisi lingkungan mereka, sementara tokoh masyarakat dan kepala dusun membantu mengarahkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan, maka tercipta sebuah program yang lahir dari kebutuhan bersama.
Bagi KKN-PAR 01 STAI Senori, proses tersebut menjadi pengalaman penting bahwa setiap persoalan yang ada di masyarakat tidak selalu harus diselesaikan dengan program yang besar. Terkadang, solusi dapat dimulai dari hal sederhana, selama prosesnya dilakukan dengan mendengarkan masyarakat dan melibatkan mereka dalam setiap tahapannya.
Dengan adanya program pengadaan dan penyerahan tempat sampah ini, diharapkan lingkungan Desa Rayung dapat menjadi semakin bersih, nyaman, dan sehat. Lebih jauh lagi, mahasiswa berharap muncul kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukanlah tugas pemerintah desa saja melainkan tugas seluruh warga.
Pada akhirnya, program tersebut bukan hanya meninggalkan tempat sampah di sejumlah titik, tetapi juga diharapkan meninggalkan kesadaran, kepedulian, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Dari aspirasi yang disampaikan dalam forum, lahirlah sebuah aksi nyata. Dari aksi tersebut, diharapkan mampu membawa perubahan yang lebih besar bagi kebersihan serta kenyamanan lingkungan Desa Rayung.
“Langkah kecil ini bukanlah akhir dari perjuangan kami, melainkan awal dari perjuangan kita bersama menuju kehidupan yang lebih baik lagi. Dan aksi ini dimulai dari usaha kita bersama dalam menjaga dan merawat kebersihan lingkungan sekitar.”


