Kabarjatim.id | Bojonegoro – Lebih dari 80 kader Banser Kabupaten Bojonegoro mengikuti pelatihan literasi keuangan pasar modal syariah yang difokuskan pada instrumen Reksadana Syariah. Kegiatan ini digelar di Aula PCNU Bojonegoro, Senin (8/9/2026) malam, mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WIB.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari rangkaian RKTL Susbanpim IX Makassar yang digagas Zulkarnain Mahmud. Hadir sebagai narasumber Adi Wira Brata, Kepala BEI Perwakilan Surakarta, dan Milado Pani dari OJK Jawa Timur.

Dalam pemaparannya, Milado Pani menjelaskan peran OJK sebagai regulator pasar modal sekaligus memberikan pemahaman praktis mengenai cara berinvestasi yang aman dan terlindungi. Sementara Adi Wira Brata memperkenalkan fungsi Bursa Efek Indonesia dalam memfasilitasi transaksi pasar modal, termasuk produk reksadana syariah.

Adi menekankan pentingnya edukasi pasar modal bagi kader Banser yang selama ini belum banyak mengenal instrumen investasi tersebut. Ia berharap wawasan peserta semakin terbuka setelah mengikuti pelatihan.

Zulkarnain Mahmud mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penguatan kapasitas kader pasca Susbanpim. “Kami ingin memberikan edukasi pasar modal, khususnya Reksadana Syariah. Alhamdulillah berkat dukungan OJK Jatim dan IDX Surakarta, acara berjalan sukses dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta,” katanya.

Kasatkorcab Banser Bojonegoro M. Muhtadiin mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang dinilai menambah pengetahuan baru bagi kader. “Ilmu tentang Reksadana Syariah ini diharapkan bermanfaat sebagai salah satu sarana investasi bagi kader,” ujarnya.

Ketua PC GP Ansor Bojonegoro dalam sambutannya mendukung penuh inisiatif literasi keuangan tersebut. Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan upaya organisasi dalam mempercepat akselerasi dan memperkuat kapasitas kader Banser Bojonegoro.

Acara ditutup dengan pembagian doorprize dari para narasumber kepada peserta.