Kabarjatim.id | Pasuruan -Nama Kabupaten Pasuruan kembali berkibar di tingkat nasional melalui prestasi pelajar, Shovi Akbar Maulana, siswa MAN 1 Pasuruan asal Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji, berhasil lolos program Parlemen Remaja DPR RI dan menjadi satu-satunya pelajar yang mewakili Kabupaten Pasuruan dalam program tersebut.
Kelolosan Akbar menjadi capaian tersendiri bagi dunia pendidikan Kabupaten Pasuruan. Ia berhasil menyisihkan ribuan pelajar yang mengikuti proses seleksi secara nasional.
Tercatat sebanyak 6.975 pelajar mendaftar dalam program tersebut. Dari jumlah itu, hanya 200 peserta yang dinyatakan lolos. Jawa Timur sendiri mengirimkan 29 peserta terpilih, sementara dari Dapil II hanya terdapat dua peserta yang berhasil lolos, termasuk Shovi Akbar Maulana.
Dengan capaian tersebut, Akbar tidak hanya membawa nama MAN 1 Pasuruan, tetapi juga menjadi representasi pelajar Kabupaten Pasuruan di tingkat nasional.
Bagi Akbar, kesempatan tersebut menjadi pengalaman penting untuk memperluas wawasan sekaligus mengenal lebih dekat dunia parlemen dan demokrasi.
“Bagi saya, ini bukan hanya tentang lolos seleksi. Saya membawa nama sekolah dan Kabupaten Pasuruan. Karena itu, saya ingin memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk belajar dan mendapatkan pengalaman sebanyak-banyaknya,” ujar Akbar.
Ia berharap keikutsertaannya dapat menjadi motivasi bagi pelajar lain di Kabupaten Pasuruan agar tidak ragu mengikuti kompetisi maupun program pengembangan diri di tingkat nasional.
“Saya ingin membuktikan bahwa pelajar dari Kabupaten Pasuruan juga mampu bersaing dengan pelajar dari berbagai daerah. Semoga setelah saya, semakin banyak pelajar Pasuruan yang berani mencoba dan membawa nama daerah ke tingkat nasional,” katanya.
Di balik prestasi tersebut, terdapat perjuangan keluarga yang turut mengantarkan Akbar hingga mampu mencapai titik tersebut. Sang ibu, Nuriyati, selama ini menjadi sosok yang mendampingi Akbar. Setelah ayah Akbar meninggal dunia, Nuriyati harus bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mendukung pendidikan putranya.
Nuriyati mengaku bangga melihat anaknya mampu meraih prestasi meski keluarga mereka memiliki keterbatasan.
“Akbar memang anaknya pintar dan dari dulu punya kemauan untuk belajar. Saya sebagai ibu hanya bisa berusaha semampu saya. Walaupun saya bekerja serabutan dan ayahnya sudah tidak ada, saya ingin anak saya tetap sekolah dan punya masa depan yang lebih baik,” ungkap Nuriyati.
Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu hal yang terus ia perjuangkan untuk Akbar.
“Yang penting anak jangan minder dengan keadaan. Kalau memang punya kemampuan dan kemauan, harus terus belajar. Saya bangga sekali ketika Akbar bisa lolos dan membawa nama Kabupaten Pasuruan,” tambahnya.
Prestasi Akbar menjadi gambaran bahwa keterbatasan ekonomi tidak semestinya menjadi penghalang bagi pelajar untuk berprestasi. Dari Desa Wonokoyo, seorang siswa MAN 1 Pasuruan kini mendapat kesempatan membawa nama Kabupaten Pasuruan ke ruang pembelajaran parlemen tingkat nasional.
Kelolosan tersebut sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Pasuruan, karena di antara ribuan pendaftar dari seluruh Indonesia, Shovi Akbar Maulana tercatat sebagai satu-satunya peserta yang berasal dari Kabupaten Pasuruan.
