Kabarjatim.id | Tuban, 13–14 Oktober 2025 – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al Hikmah Tuban sukses menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) bertajuk “Menjadi Jurnalis Muda yang Kritis, Etis, dan Inspiratif”. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Universitas Al Hikmah ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai jurusan, serta turut dihadiri oleh adik-adik OSIS dan organisasi pers Pena MABU dari Madrasah Aliyah Bahrul Ulum.
Acara dibuka pada Senin (13/Oktober/2025) oleh Ketua LPM Al Hikmah, Mohammad Imam Shodikin, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa seminar ini merupakan langkah awal sebelum proses penjaringan anggota baru.
“Seminar ini bukan sekadar pelatihan, tapi juga gerbang awal bagi mahasiswa yang ingin bergabung dan tumbuh bersama di dunia pers kampus,” ujarnya di hadapan peserta.
Hari pertama menghadirkan Elok Nuriya, alumni sekaligus mantan anggota LPM Al Hikmah yang kini aktif di dunia penulisan dan tergabung dalam Portal Berita Kabar Jatim. Dalam penyampaian yang ringan dan akrab, Elok membagikan pengalamannya tentang bagaimana pers mahasiswa bisa menjadi wadah untuk belajar berpikir kritis dan menyuarakan isu-isu kampus. Ia juga menyinggung pentingnya menjaga idealisme dalam menulis, serta mengingatkan agar setiap karya jurnalistik tidak hanya informatif, tetapi juga mengandung nilai dan tanggung jawab sosial.
Suasana ruangan terasa hidup — beberapa peserta aktif bertanya tentang bagaimana cara memulai menulis berita kampus dan menjaga konsistensi di tengah kesibukan kuliah. Di penghujung sesi, Elok mengajak anggota LPM yang hadir untuk berdiskusi lebih dalam mengenai kondisi dan tantangan LPM saat ini.
Diskusi berlangsung santai namun penuh makna, diwarnai tawa kecil dan semangat kebersamaan. Ia menutup materinya dengan pesan,
“Semangat” kata singkat namun sangat berarti.
Keesokan harinya, Yana Dwi Kurniyawati, wartawan Radar Bojonegoro sekaligus anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro, tampil dengan gaya penyampaian yang energik. Ia membahas dasar-dasar jurnalistik, mulai dari struktur berita, teknik wawancara, hingga prinsip etika dalam penulisan.
Peserta tampak antusias mengikuti setiap penjelasan. Di akhir sesi, mereka diminta untuk membuat satu karya tulis yang kemudian dianalisis bersama. Dari kegiatan ini, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga langsung mempraktikkan proses jurnalistik dari awal hingga selesai.
Kehadiran Wakil Rektor III Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Hj. Fathonah K. Daud, Lc., M.Phil., di hari kedua menambah semangat tersendiri. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan banyak hal menarik seputar dunia kepenulisan dan peran mahasiswa dalam menyuarakan kebenaran.
“Menulis membuat kita lebih bebas mengutarakan pandangan, apalagi di tengah isu-isu yang menimpa dunia pesantren akhir-akhir ini. Mahasiswa dan santri harus berani bersuara dan membela kebenaran,” ungkapnya dengan nada tegas.
Meskipun cuaca Tuban terasa panas akhir-akhir ini, suasana pelatihan justru berlangsung hangat dan penuh semangat. Setiap sesi ditutup dengan penyerahan cendera mata dan foto bersama pemateri. Jumlah peserta yang semula 47 orang bertambah menjadi 51 di hari kedua, menandakan antusiasme tinggi terhadap kegiatan jurnalistik di kalangan mahasiswa.
Kegiatan PJTD ini diakhiri dengan rencana lanjutan berupa pembukaan perekrutan anggota baru bagi mahasiswa yang ingin bergabung dengan LPM Al Hikmah. Dengan semangat “menulis untuk perubahan,” LPM Al Hikmah berharap dapat melahirkan lebih banyak jurnalis muda yang kritis, etis, dan inspiratif.


