Kabarjatim.id | Probolinggo – Semangat membangun generasi muda yang berdaya dan berkontribusi nyata bagi bangsa mengemuka dalam kegiatan Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) dan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) II PC IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo yang berlangsung pada 5–6 Mei 2026 di GWS Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Mengusung tema “Probolinggo Berdaya: Kader Revolusioner, Aksi Nyata, Peradaban Berdaulat”, kegiatan tersebut dihadiri oleh kader IPNU-IPPNU dari berbagai kecamatan di Kabupaten Probolinggo serta sejumlah tokoh masyarakat, ulama, dan pemangku kepentingan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPR RI Komisi XIII, Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag, menyampaikan apresiasi atas konsistensi IPNU dan IPPNU dalam melakukan kaderisasi serta membangun kesadaran generasi muda untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa.
Menurut Anisah, tema yang diangkat dalam Rakorcab dan Rakercab kali ini sangat relevan dengan tantangan zaman yang dihadapi generasi muda saat ini.
“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Probolinggo yang terus menjaga semangat kaderisasi dan pengabdian. Tema Probolinggo Berdaya: Kader Revolusioner, Aksi Nyata, Peradaban Berdaulat bukan hanya sebuah slogan, tetapi harus menjadi arah gerak organisasi dalam melahirkan generasi yang memiliki keberanian berpikir, keteguhan sikap, dan kemampuan untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Anisah Syakur.
Ia menegaskan bahwa revolusioner yang dimaksud bukanlah perubahan yang bersifat destruktif, melainkan perubahan yang membawa kemajuan melalui ilmu pengetahuan, inovasi, serta penguatan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
“Kader revolusioner adalah kader yang mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Mereka harus menjadi generasi yang cerdas, kritis, adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap memiliki akhlak dan karakter yang kuat. Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu bekerja dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Anisah juga mengajak kader IPNU-IPPNU untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan rakyat, mulai dari pendidikan, pemberdayaan ekonomi, literasi digital, hingga penguatan toleransi dan persatuan bangsa.
“Aksi nyata adalah bukti keberhasilan kaderisasi. Organisasi tidak boleh hanya ramai dalam kegiatan seremonial, tetapi harus hadir memberikan dampak bagi masyarakat. Kader IPNU dan IPPNU harus menjadi penggerak pendidikan, penggerak literasi, penggerak ekonomi kerakyatan, dan menjadi teladan dalam menjaga persatuan bangsa. Kehadiran kalian harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di lingkungan masing-masing,” katanya.
Lebih lanjut, Anisah menekankan pentingnya membangun peradaban yang berdaulat melalui penguatan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
“Peradaban yang berdaulat tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan teknologi, tetapi juga dari kualitas manusianya. Karena itu, saya berharap IPNU dan IPPNU terus melahirkan kader-kader yang memiliki integritas, nasionalisme, dan semangat pengabdian. Kalian adalah calon pemimpin masa depan yang akan menentukan arah perjalanan bangsa ini. Persiapkan diri sejak sekarang dengan belajar, berorganisasi, dan mengabdi kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap hasil Rakorcab dan Rakercab II mampu melahirkan program-program strategis yang bermanfaat bagi kemajuan organisasi dan masyarakat Kabupaten Probolinggo.
“Semoga forum ini menghasilkan gagasan-gagasan besar dan program kerja yang realistis, terukur, dan berdampak langsung. Saya percaya IPNU dan IPPNU Kabupaten Probolinggo memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak perubahan menuju masyarakat yang lebih maju, mandiri, dan berdaya. Teruslah menjaga semangat persatuan, memperkuat kaderisasi, dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa dan negara,” pungkasnya.


