Kabarjatim.id | Sidoarjo – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ormas Madas Nusantara Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menyatakan dukungan penuh terhadap setiap langkah yang akan diambil Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Madas Nusantara terkait adanya pernyataan yang dinilai telah menyinggung, merugikan, serta mencederai kehormatan masyarakat Madura dan keluarga besar Madas Nusantara.
Pernyataan yang saat ini menjadi sorotan tersebut, menurut DPP Madas Nusantara, diduga mengandung unsur fitnah, kebohongan, ujaran kebencian, serta isu SARA yang berpotensi memecah belah persatuan dan kerukunan masyarakat. Karena itu, Madas Nusantara di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Sidoarjo, menyatakan kesiapan untuk mengawal dan mendukung penuh langkah organisasi dalam menegakkan marwah serta kehormatan masyarakat Madura.
Ketua DPD Madas Nusantara Kabupaten Sidoarjo, Mochamad Umar, ST, menegaskan bahwa pihaknya berdiri tegak bersama DPP Madas Nusantara dalam menyikapi persoalan tersebut. Menurutnya, organisasi tidak akan tinggal diam apabila ada pihak yang dengan sengaja menyebarkan narasi yang berpotensi menimbulkan stigma negatif terhadap masyarakat Madura.
“DPD Madas Nusantara Kabupaten Sidoarjo menyatakan siap mendukung penuh setiap langkah yang akan diambil oleh DPP Madas Nusantara. Kami menilai persoalan ini bukan sekadar menyangkut organisasi, tetapi juga menyangkut harga diri, kehormatan, dan martabat masyarakat Madura yang selama ini hidup berdampingan serta berkontribusi besar bagi pembangunan bangsa,” tegas Mochamad Umar.
Ia mengatakan, masyarakat Madura dikenal sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama, persaudaraan, gotong royong, serta nasionalisme. Karena itu, segala bentuk tuduhan, fitnah, maupun pernyataan yang mengandung kebencian dan unsur SARA harus disikapi secara serius sesuai koridor hukum yang berlaku.
“Kami mengajak seluruh kader dan anggota Madas Nusantara untuk tetap tenang, tidak mudah terpancing provokasi, dan menyerahkan seluruh proses kepada mekanisme organisasi serta ketentuan hukum yang berlaku. Namun demikian, kami juga menegaskan bahwa kehormatan masyarakat Madura tidak boleh diinjak-injak oleh siapapun melalui pernyataan yang tidak berdasar dan berpotensi memecah belah persatuan bangsa,” lanjutnya.
Mochamad Umar menambahkan bahwa Madas Nusantara selama ini hadir sebagai organisasi kemasyarakatan yang berkomitmen menjaga persatuan nasional, memperkuat nilai kebangsaan, serta membangun hubungan harmonis antar suku, agama, dan golongan. Oleh sebab itu, pihaknya menolak keras segala bentuk ujaran kebencian yang dapat mengganggu stabilitas sosial di tengah masyarakat.
“Kami percaya Indonesia dibangun di atas keberagaman. Karena itu, tidak boleh ada ruang bagi pihak-pihak yang menyebarkan kebencian, fitnah, maupun sentimen SARA. Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama dan harus saling menghormati satu sama lain,” ujarnya.
Sementara itu, OKK DPD Madas Nusantara Kabupaten Sidoarjo, Chusni Mubarok, S.H., menegaskan bahwa pihaknya akan mengonsolidasikan seluruh jajaran kader hingga tingkat bawah untuk mengawal setiap keputusan organisasi yang diambil oleh DPP Madas Nusantara.
“Kami siap satu komando dengan DPP Madas Nusantara. Apapun langkah organisasi dalam menyikapi persoalan ini akan kami dukung sepenuhnya. Kami berharap semua pihak dapat lebih bijak dalam menyampaikan pendapat di ruang publik dan tidak mengeluarkan pernyataan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan serta melukai perasaan kelompok masyarakat tertentu,” kata Chusni Mubarok.
Menurutnya, kebebasan berpendapat merupakan hak setiap warga negara yang dijamin oleh konstitusi. Namun kebebasan tersebut tidak boleh digunakan untuk menyebarkan informasi yang tidak benar, menebar kebencian, ataupun menyerang identitas suatu kelompok masyarakat.
“Indonesia adalah negara hukum. Apabila ada dugaan fitnah, kebohongan, ujaran kebencian, maupun unsur SARA yang merugikan masyarakat dan organisasi, maka penyelesaiannya harus dilakukan melalui jalur hukum yang berlaku. Kami mendukung langkah-langkah konstitusional dan berharap persoalan ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih bertanggung jawab dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Chusni mengajak seluruh anggota Madas Nusantara untuk terus menjaga kondusivitas daerah, memperkuat persaudaraan, dan tidak terprovokasi oleh berbagai narasi yang berpotensi memecah belah persatuan.
“Kami mengimbau seluruh keluarga besar Madas Nusantara agar tetap menjaga persatuan, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta terus menunjukkan bahwa masyarakat Madura adalah masyarakat yang menjunjung tinggi hukum, etika, dan nilai-nilai kebangsaan. Mari kita kawal persoalan ini dengan kepala dingin, namun tetap tegas dalam menjaga kehormatan dan martabat masyarakat Madura,” pungkasnya.
Dengan pernyataan tersebut, DPD Madas Nusantara Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk berada di garis terdepan dalam mendukung langkah organisasi serta mengawal kehormatan masyarakat Madura melalui jalur yang konstitusional, bermartabat, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


