KabarJatim.ID | TUBAN — Selain sukses menyelenggarakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi mahasiswa baru, Universitas Al-Hikmah Indonesia (UAI) Tuban terus memperkuat fondasi komunikasi dengan para pemangku kepentingan. Langkah strategis ini diwujudkan melalui agenda Silaturrahmi Wali Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 yang dibingkai dalam Forum Sosialisasi Program Akademik dan Non-Akademik. Pertemuan besar yang mempertemukan pimpinan universitas, pengurus yayasan, dan ratusan orang tua mahasiswa baru tersebut berlangsung khidmat serta penuh kehangatan.

Kegiatan silaturrahmi tersebut dipusatkan di Aula Lantai 3 Kampus A UAI Tuban pada Kamis (17/9/2026). Rangkaian acara berlangsung efektif selama tiga jam, dimulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, dengan dihadiri oleh jajaran civitas academica dan pimpinan tertinggi lembaga. Mengusung tema besar “Bersama Membangun Mimpi, Generasi Masa Depan yang Cemerlang dan Gemilang”, forum ini dirancang untuk menyelaraskan persepsi serta membangun komitmen bersama antara pihak institusi dan keluarga dalam mendampingi perjalanan studi mahasiswa.

Kehadiran jajaran pimpinan secara lengkap menunjukkan komitmen penuh UAI Tuban dalam membangun transparansi tata kelola pendidikan. Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan Al-Hikmah Tuban KH. M. Husnan Dimyathi, Rektor UAI Tuban Dr. Laily Hidayati, beserta jajaran jajaran Wakil Rektor, termasuk Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Kelembagaan, Inovasi dan Kerjasama Dr. Muhammad Aziz, Wakil Rektor 2 Rinatul Khumaimah, M.Pd, dan Wakil Rektor 3, Hj. Fathonah, Lc., M.Phil. Tak ketinggalan, para dekan dari berbagai fakultas serta para Ketua Program Studi (Kaprodi) di lingkungan UAI Tuban turut hadir mendampingi jalannya sosialisasi.

Dalam arahannya, Ketua Yayasan Al-Hikmah Tuban KH. M. Husnan Dimyathi menekankan pentingnya kolaborasi berbasis spiritual dan moral antara pihak universitas dan para orang tua. Beliau menyampaikan bahwa pendidikan perguruan tinggi tidak hanya sekadar mentransfer ilmu pengetahuan formal, tetapi juga menjaga nilai-nilai karakter, spiritualitas, dan kedisiplinan. Sinergi yang kuat antara pola pengasuhan di rumah dan lingkungan akademik di kampus dipandang sebagai kunci utama pembentukan karakter mahasiswa yang tangguh serta berakhlak mulia.

kabarjatim

Sementara itu, Rektor UAI Tuban Dr. Laily Hidayati dalam sambutannya memaparkan visi besar universitas dalam mencetak lulusan yang kompetitif di tingkat nasional maupun global. Beliau menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan oleh para wali mahasiswa merupakan amanah besar yang akan direspons dengan komitmen mutu pendidikan terbaik. Pihak rektorat memastikan seluruh fasilitas pembelajaran, kurikulum yang relevan dengan perkembangan zaman, serta iklim akademik yang kondusif akan disediakan secara optimal bagi seluruh mahasiswa baru.

Sesi sosialisasi akademik dibedah secara komprehensif oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Dr. Muhammad Aziz. Dalam pemaparannya, Dr. Aziz menjelaskan skema sistem kredit semester (SKS), kurikulum berbasis kompetensi, hingga target capaian pembelajaran yang harus dipenuhi mahasiswa selama masa studi. Orang tua diberikan gambaran yang jelas mengenai dinamika perkuliahan perguruan tinggi yang menuntut kemandirian penuh, sehingga wali mahasiswa dapat ikut memantau perkembangan akademik anak-anak mereka secara berkala melalui sistem informasi kampus.

Tidak hanya fokus pada capaian kognitif, aspek pengembangan karakter dan bakat mahasiswa juga mendapat perhatian serius dalam sesi sosialisasi non-akademik. Pihak rektorat memaparkan berbagai program pembinaan kemahasiswaan, mulai dari organisasi internal, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), hingga program sertifikasi kompetensi pendamping diploma. Penjelasan ini bertujuan agar wali mahasiswa memahami bahwa kegiatan ekstrakurikuler di kampus merupakan sarana vital untuk mengasah soft skills, kepemimpinan, dan jejaring profesional mahasiswa.

Forum ini juga menjadi sarana bagi pihak universitas untuk memperkenalkan jajaran dekanat dan ketua program studi kepada para wali mahasiswa. Pengenalan ini dilakukan agar para orang tua mengetahui secara pasti siapa saja pengelola akademik yang bertanggung jawab langsung terhadap proses belajar-mengajar anak mereka. Saluran komunikasi antara wali murid dan pihak program studi pun dibuka secara transparan guna memfasilitasi konsultasi atau kendala akademik yang mungkin dihadapi mahasiswa di kemudian hari.

Ketua Yayasan dan jajaran rektorat secara bergantian menggarisbawahi bahwa kesuksesan studi seorang mahasiswa membutuhkan keterlibatan aktif dari dua belah pihak. Lembaga pendidikan bertindak sebagai fasilitator dan pemandu jalur intelektual, sementara keluarga berfungsi sebagai benteng pendukung moral dan emosional. Dengan adanya sinergi yang harmonis ini, potensi munculnya kendala studi seperti penurunan motivasi belajar atau kegagalan adaptasi kampus dapat diminimalkan sejak awal.

Suasana interaktif terlihat jelas dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan ratusan wali mahasiswa baru. Para orang tua memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan berbagai aspirasi, harapan, hingga pertanyaan teknis terkait fasilitas kampus, sistem beasiswa, dan program magang kerja. Tanggapan lugas dan terbuka dari pimpinan universitas memberikan rasa tenang dan optimisme bagi para wali murid dalam menyerahkan pendidikan putra-putri mereka di UAI Tuban.

Pihak Yayasan Al-Hikmah Tuban turut menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan tingkat kehadiran para wali mahasiswa yang memenuhi Aula Lantai 3 Kampus A. Kehadiran ratusan wali murid ini dinilai sebagai bukti nyata tingginya rasa kepemilikan dan kepercayaan masyarakat terhadap reputasi pendidikan UAI Tuban. Manajemen yayasan berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sarana dan prasarana kampus guna menunjang kenyamanan proses belajar mengajar.

Sebagai penutup rangkaian acara, pimpinan UAI Tuban mengajak seluruh wali mahasiswa untuk bersama-sama mengawal perjalanan akademik Tahun Akademik 2026/2027 hingga tuntas. Doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Yayasan Al-Hikmah Tuban pada forum silaturrahmi ini dengan suasana yang haru dan penuh harapan. Momentum ini menjadi komitmen awal bahwa UAI Tuban dan para wali murid siap berjalan berdampingan demi mewujudkan cita-cita bersama.

Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan sosialisasi akademik dan non-akademik ini berjalan dengan lancar, tertib, dan sukses sesuai jadwal yang direncanakan. Forum ini tidak hanya berhasil merekatkan hubungan kelembagaan, tetapi juga mempertegas posisi UAI Tuban sebagai perguruan tinggi yang inklusif, akuntabel, dan berorientasi pada masa depan. Langkah awal yang solid ini diharapkan mampu mengantarkan mahasiswa baru UAI Tuban menjadi generasi masa depan yang cemerlang, berdaya saing tinggi, dan membanggakan bagi keluarga serta bangsa.