Kabarjatim.id | Probolinggo – Di tengah sorotan publik terhadap berbagai kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo yang kerap dinilai belum berpihak pada rakyat, pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Probolinggo periode 2026-2029 menjadi momentum pergerakan baru bagi elemen pemuda. Sebanyak 20 kader terbaik Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kraksaan yang resmi dilantik di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa, Senin (26/10/2026), menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar menjadi mitra penurut pemerintah.
Keberadaan puluhan kader Ansor dalam struktur KNPI kali ini diproyeksikan sebagai kekuatan pengimbang yang akan mengawal, mengoreksi, dan mengkritisi setiap kebijakan Pemkab Probolinggo yang melenceng dari rasa keadilan serta mengabaikan kesejahteraan masyarakat akar rumput.
Wakil Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Wahyu Alfandi Putra, secara tegas mengingatkan bahwa masuknya 20 kader Ansor di tubuh KNPI periode ini memikul tanggung jawab moral yang sangat berat. KNPI, menurutnya, tidak boleh terseret menjadi sekadar alat legitimasi kekuasaan, melainkan harus hadir sebagai mitra kritis ketika kebijakan daerah mulai keluar dari jalur yang benar.
“Selamat atas dilantiknya sahabat-sahabat pengurus Ansor Kraksaan di DPD KNPI Kabupaten Probolinggo periode 2026-2029. Namun ingat, pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan awal dari perjuangan. Kehadiran sekitar 20 orang kader kita di sana adalah potensi luar biasa yang harus digunakan untuk menyuarakan kebenaran. Jangan pernah ragu untuk menjadi mitra kritis dan meluruskan setiap kebijakan pemerintah daerah yang keliru atau mengabaikan kepentingan rakyat,” tegas Wahyu Alfandi Putra usai prosesi pelantikan di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa.
Ia menyoroti bahwa pemuda hari ini dihadapkan pada tantangan nyata dan dituntut untuk peka terhadap lambatnya respons birokrasi dalam menangani isu-isu mendasar di Kabupaten Probolinggo.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Bidang Organisasi PC GP Ansor Kraksaan, Wahid Zaini, menegaskan bahwa penempatan puluhan kader ini merupakan hasil dari proses kaderisasi dan distribusi kader yang matang secara organisatoris.
“Masuknya 20 kader kita di kepengurusan KNPI ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan wujud nyata dari sistem kaderisasi Ansor Kraksaan. Secara organisatoris, kami mendelegasikan mereka untuk mewarnai dan memastikan arah gerak KNPI tetap progresif serta berpihak pada kepentingan rakyat,” ujar Wahid Zaini.
Wahid juga memastikan bahwa institusi Ansor Kraksaan akan terus memantau dan mem-back up penuh kiprah para kadernya di KNPI. “Kami di jajaran pimpinan cabang akan terus mengawal pergerakan sahabat-sahabat ini. Pastikan keberadaan kalian di KNPI memberi dampak nyata dan solusi atas kebuntuan birokrasi. Jangan segan bersikap kritis dan mengevaluasi kebijakan publik. Secara kelembagaan, Ansor Kraksaan akan selalu menjadi kekuatan tegak lurus di belakang kalian selama yang disuarakan adalah kebenaran,” tambahnya.
Melalui rilis resmi ini, PC GP Ansor Kraksaan menegaskan akan terus berdiri mengawal para kadernya untuk memastikan fungsi kontrol sosial kepemudaan berjalan maksimal. Pelantikan yang berlangsung di pendopo bersejarah tersebut diharapkan menjadi penanda menguatnya pengawasan terhadap kinerja dan kebijakan Pemkab Probolinggo ke depan.


