Kabarjatim.id | Pasuruan -Dalam upaya memperkuat semangat kebangsaan dan memperdalam pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dengan pengurus, komite, dan dewan guru Riyadlul ulum Bangil di Gedung Putih Kiduldalem Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan, (22/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmennya sebagai tokoh masyarakat sekaligus wakil rakyat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi fokus utama dalam sosialisasi tersebut. Dalam sambutannya, Anisah Syakur menyampaikan bahwa keempat pilar ini bukan sekadar konsep normatif, tetapi merupakan landasan yang harus dipahami, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari oleh setiap warga negara.
“Kita hidup dalam masyarakat yang majemuk. Tanpa pemahaman yang kuat terhadap Empat Pilar Kebangsaan, kita akan mudah terpecah. Pancasila adalah ideologi yang menyatukan perbedaan, UUD 1945 adalah dasar hukum yang mengatur kehidupan bernegara, NKRI adalah bentuk final negara kita, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan pemersatu yang harus terus dijaga,” ujar Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag di hadapan peserta sosialisasi.
Ia juga menekankan bahwa tantangan kehidupan berbangsa ke depan semakin kompleks, terutama dengan masuknya berbagai informasi dari luar melalui teknologi digital. Oleh karena itu, menurutnya, penting bagi masyarakat untuk memperkuat literasi kebangsaan agar tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
Sosialisasi ini tidak hanya berlangsung secara satu arah. Masyarakat yang hadir pun diberikan kesempatan untuk berdialog dan menyampaikan pandangan mereka terkait kondisi kebangsaan saat ini. Beberapa warga mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap maraknya disinformasi dan polarisasi yang terjadi di media sosial, yang dinilai dapat memicu perpecahan antar kelompok masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag menegaskan bahwa salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan memperkuat pendidikan karakter sejak dini, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. “Pendidikan karakter harus menjadi prioritas. Anak-anak kita harus dikenalkan pada nilai-nilai kebangsaan sejak kecil agar tumbuh menjadi generasi yang cinta tanah air dan siap menjaga persatuan,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak peserta yang mengapresiasi langkah nyata Anisah Syakur dalam turun langsung ke tengah masyarakat dan memberikan edukasi kebangsaan secara langsung. Mereka berharap kegiatan serupa bisa terus dilakukan secara rutin agar semangat nasionalisme tetap terjaga di tengah berbagai tantangan zaman.
Dengan penuh semangat, Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag menutup kegiatan tersebut dengan harapan bahwa masyarakat akan menjadi agen-agen perubahan yang turut menjaga nilai-nilai luhur bangsa. “Mari kita jaga Indonesia ini bersama, dimulai dari hal kecil: memahami, mengamalkan, dan menyebarkan semangat Empat Pilar Kebangsaan di lingkungan sekitar kita,” pungkasnya. (Adr/Red).


