Kabarjatim.id | Pasuruan -Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, anggota DPRD Kabupaten Pasuruan terus menjalankan agenda reses dengan mengedepankan pengawalan aspirasi masyarakat. Salah satu perhatian utama yang disoroti adalah potensi kenaikan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi setiap mendekati lebaran.
Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan pun mengadakan forum diskusi bertajuk “Pasuruan Siaga: Menjaga Dapur Warga Jelang Hari Raya” pada Selasa (24/2/2026).
Diskusi tersebut mengulas berbagai aspek, mulai dari stabilitas harga pangan, kelancaran distribusi, hingga perlindungan terhadap konsumen.
Agenda ini menghadirkan tiga narasumber kompeten di bidangnya, yakni Saad Muafi (Gus Afi), Nur Laila (Ning Ila), dan Fatiyyah Azzahro.
**Pengawasan Pasar dan Distribusi**
Gus Afi menegaskan perlunya pengawasan yang ketat guna menghindari praktik penimbunan barang.
“Komisi II sudah memantau titik-titik krusial. Kami tidak ingin ada penimbunan. Dinas Perdagangan harus proaktif memantau harga harian dan inten melakukan sidak terutama pada pasar tradisional,” ujarnya saat dikutip dari cahayabaru.id pada Minggu (1/3/2016) malam.
Di sisi lain, Ning Ila menyoroti aspek ketahanan pangan. Ia menyampaikan bahwa pasokan dari petani lokal sejatinya mencukupi, namun distribusi yang terlalu panjang menjadi salah satu faktor pemicu kenaikan harga di tingkat konsumen. Karena itu, ia mendorong penerapan digitalisasi pasar agar distribusi lebih efisien.
Sementara itu, Ning Fatiyyah menekankan pentingnya penguatan anggaran, termasuk pemanfaatan Dana Tak Terduga untuk intervensi harga serta pembangunan cold storage guna menjaga mutu komoditas pangan.
Terkait pelaksanaan operasi pasar, para legislator sepakat bahwa program pasar murah harus tepat sasaran. “Kami mewajibkan setiap operasi pasar diawasi ketat agar tidak diborong tengkulak,” kata Gus Afi.
Ning Ila menambahkan bahwa Gerakan Pangan Murah akan melibatkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sehingga masyarakat dapat membeli komoditas langsung dari produsen. Selain persoalan harga, perlindungan konsumen juga menjadi perhatian. Gus Afi memastikan sidak rutin akan digelar bersama Satgas Pangan.
Ia juga menegaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan hewan ternak, sedangkan Ning Fatiyyah mendukung penguatan laboratorium pengujian pangan di daerah.
Ning Fatiyyah menyampaikan bahwa program Bantuan Modal UMKM menjadi salah satu langkah menjaga keberlangsungan usaha kecil. Sejalan dengan itu, Ning Ila mengimbau masyarakat agar memprioritaskan belanja di pasar tradisional, sementara Gus Afi memastikan regulasi bazar Ramadan akan dipermudah.
Menutup pemaparan, para narasumber mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan panic buying. “Stok pangan di Kabupaten Pasuruan aman hingga Lebaran. Jika menemukan harga tidak masuk akal atau penimbunan, segera lapor,” ucap Gus Afi.
Sejalan dengan upaya DPRD, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Pasuruan juga mulai melakukan monitoring di sejumlah pasar tradisional. Langkah ini dilakukan untuk mengawasi harga daging sapi, daging ayam, serta telur yang biasanya mengalami lonjakan menjelang Ramadan.
Berdasarkan hasil pantauan lapangan, petugas telah menyisir beberapa pasar besar di wilayah Kecamatan Bangil, Pandaan, hingga Purwosari guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pasokan tetap terjaga.


