Malang, Kabarjatim.id – Mahasiswa Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang, Muhammad Syelhan Nurrahmat, mengukir prestasi gemilang di level internasional setelah meraih medali emas dalam ajang Asian Road Cycling Championship 2026 yang berlangsung di Al-Qassim, Arab Saudi.
Syelhan tampil sebagai yang tercepat pada nomor Men Under-23 (U23) Individual Road Race. Ia menuntaskan balapan sejauh 124,8 kilometer dengan catatan waktu terbaik, mengungguli para pembalap muda dari sejumlah negara di Asia.
Hasil tersebut memastikan posisi Indonesia di podium tertinggi sekaligus mempertegas kiprah atlet muda nasional di arena balap sepeda kawasan.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) UIBU tersebut.
Pada nomor sebelumnya, Individual Time Trial (ITT), Syelhan sempat finis di peringkat ke-11. Namun pada nomor road race, ia menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari sisi strategi maupun daya tahan fisik.
Balapan kategori U23 dikenal sebagai salah satu nomor kompetitif karena mempertemukan pembalap muda terbaik dari berbagai negara.
Persaingan ketat sepanjang lintasan menuntut konsistensi kecepatan dan kecermatan membaca situasi balap.
Dalam kondisi tersebut, Syelhan mampu menjaga ritme dan memanfaatkan momentum di fase akhir perlombaan untuk memastikan kemenangan.
Rektor UIBU, Nurcholis Sunuyeko, menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswanya. Ia menilai prestasi tersebut mencerminkan sinergi antara pembinaan akademik dan pengembangan potensi nonakademik di lingkungan kampus.
“Capaian ini menunjukkan bahwa proses pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kuliah. Mahasiswa perlu mendapatkan dukungan agar mampu berprestasi di tingkat profesional dan internasional,” ujarnya di Malang, Selasa (17/2/2026).
Menurutnya, konsep kampus berdampak yang diusung UIBU diwujudkan melalui integrasi pembelajaran akademik dengan penguatan minat dan bakat mahasiswa.
Keberhasilan Syelhan dinilai menjadi contoh konkret bahwa keduanya dapat berjalan beriringan tanpa mengabaikan salah satu aspek.
Gelar juara Asia tersebut sekaligus menambah daftar prestasi Syelhan dalam kurun waktu setahun terakhir.
Pada Desember 2025, ia turut menyumbangkan medali emas bagi Indonesia dalam ajang SEA Games 2025 yang digelar di Thailand. Konsistensi itu memperlihatkan grafik performa yang terus menanjak di level regional hingga Asia.
Pihak kampus menyatakan kebanggaan atas pencapaian tersebut. Selain mengharumkan nama institusi, keberhasilan itu juga dinilai memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan balap sepeda Asia, khususnya di kategori usia muda.
Prestasi Syelhan menjadi bukti bahwa regenerasi atlet nasional berjalan positif. Dukungan pembinaan yang berkelanjutan, baik dari institusi pendidikan maupun pemangku kepentingan olahraga, dinilai penting untuk menjaga momentum tersebut.
Dengan raihan emas di kejuaraan Asia, Syelhan tidak hanya menorehkan catatan pribadi, tetapi juga membuka peluang lebih luas untuk tampil pada ajang internasional berikutnya.
Capaian ini diharapkan dapat memotivasi atlet muda lainnya untuk terus berkompetisi dan membawa nama Indonesia ke panggung yang lebih tinggi.


