Malang, Kabarjatim.id — Peringatan Hari Kartini tahun 2026 di lingkungan Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) tidak hanya diwarnai simbol budaya seperti kebaya, tetapi juga dijadikan refleksi untuk memperkuat kebijakan kampus yang berpihak pada pemberdayaan perempuan.

Rektor UIBU, Nurcholis Sunuyeko, menegaskan bahwa peringatan ini harus dimaknai sebagai dorongan konkret untuk menciptakan kesetaraan di dunia pendidikan tinggi.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memastikan perempuan mendapatkan akses yang adil serta peluang berkembang yang luas.

“Mayoritas warga UIBU adalah perempuan. Ini harus diikuti dengan penguatan kualitas, kemandirian, dan keberanian dalam berperan di ruang publik,” ujarnya. Selasa, (21/04/2026).

kabarjatim

Berangkat dari komposisi tersebut, kampus yang dikenal dengan julukan Universitas Ibu ini menempatkan isu pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari budaya akademik.

Upaya ini tidak berhenti pada seremoni tahunan, melainkan diintegrasikan dalam berbagai kebijakan dan aktivitas kampus.

UIBU mendorong mahasiswi untuk lebih aktif dalam kepemimpinan organisasi, baik di tingkat program studi maupun unit kegiatan mahasiswa.

Selain itu, peningkatan prestasi akademik juga menjadi fokus, seiring dengan dorongan untuk terlibat dalam penelitian, forum ilmiah, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Kampus juga membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi perempuan dalam proses pengambilan keputusan.

Mahasiswi didorong untuk menyampaikan ide, kritik, dan gagasan secara terbuka sebagai bagian dari pembentukan karakter akademik yang kritis dan mandiri.

Momentum Hari Kartini ini, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa perjuangan kesetaraan belum selesai.

Oleh karena itu, implementasi nilai-nilai emansipasi harus terus diperkuat melalui langkah nyata dan berkelanjutan dalam sistem pendidikan.

Dengan pendekatan tersebut, UIBU berharap dapat mencetak lulusan perempuan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian dan kapasitas untuk berkontribusi di ruang publik serta pembangunan masyarakat secara luas.