Malang, 11 Juni 2026 – Korps PMII Putri (KOPRI) PC PMII Kota Malang bersinergi dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang dalam kegiatan Penguatan Kerja Sama Kelembagaan dan Standarisasi Lembaga Penyedia Layanan Pemberdayaan Perempuan (LPLPP).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas kelembagaan perempuan sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan pemberdayaan perempuan di Kota Malang.
Kegiatan yang diikuti oleh 31 lembaga perempuan se-Kota Malang tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat dalam membangun sistem layanan yang lebih profesional, terukur, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh pemahaman mengenai arah kebijakan standarisasi LPLPP, tata kelola kelembagaan, serta strategi penguatan layanan pemberdayaan perempuan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito Wijaya, yang menegaskan pentingnya sinergi multipihak dalam mewujudkan pemberdayaan perempuan yang lebih inklusif dan berdampak.
One Widyawati, Kepala Bidang Kesetaraan Gender sekaligus Fasilitator Pengarusutamaan Gender (PUG) dari DP3AK Provinsi Jawa Timur memaparkan berbagai aspek terkait standarisasi LPLPP, mulai dari indikator kelembagaan, sistem layanan, hingga mekanisme evaluasi yang perlu dipenuhi oleh setiap lembaga agar mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Nurul Fitri, S.P., menegaskan bahwa standarisasi LPLPP bukan hanya sebatas pemenuhan administrasi kelembagaan, melainkan upaya nyata untuk meningkatkan kualitas layanan perempuan secara menyeluruh.
“Standarisasi ini bukan sekadar pemenuhan administrasi kelembagaan, tetapi merupakan upaya untuk memastikan bahwa setiap lembaga perempuan memiliki tata kelola, sistem layanan, serta mekanisme pendampingan yang berkualitas. Harapannya, 31 lembaga yang hadir hari ini dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas jangkauan pemberdayaan perempuan hingga ke tingkat masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan kerja sama antar lembaga perlu terus dibangun untuk menciptakan gerakan pemberdayaan perempuan yang lebih terintegrasi.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal menuju terbangunnya LPLPP yang terstandar, profesional, dan mampu menjawab berbagai kebutuhan perempuan. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, organisasi perempuan, dan masyarakat, upaya pemberdayaan perempuan akan semakin berdampak dan berkelanjutan,” tambah Nurul Fitri.
Ketua KOPRI PC PMII Kota Malang, Putri Dam’un Nabila dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen KOPRI dalam mendukung agenda pemberdayaan perempuan melalui penguatan kapasitas organisasi dan perluasan jejaring kolaborasi.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi perempuan saat ini memerlukan kerja sama yang kuat antara pemerintah, organisasi perempuan, akademisi, dan masyarakat sipil agar mampu melahirkan program-program yang adaptif serta berkelanjutan.
Kami meyakini bahwa pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan lahir dari kolaborasi yang terbangun dengan baik. Karena itu, penguatan kelembagaan dan standarisasi layanan menjadi langkah penting agar setiap lembaga perempuan memiliki kapasitas yang kuat dan mampu memberikan manfaat yang nyata.
KOPRI PC PMII Kota Malang hadir sebagai bagian dari gerakan kolektif untuk membangun ekosistem pemberdayaan perempuan yang lebih inklusif, profesional, dan berdampak.
Melalui kegiatan ini, sinergi KOPRI PC PMII Kota Malang sebagai bagian dari Organisasi perempuan di Kota Malang bersama Dinsos P3AP2KB Kota Malang berharap proses standarisasi LPLPP dapat menjadi pijakan penting dalam membangun lembaga-lembaga perempuan yang lebih profesional, responsif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan keterlibatan 31 lembaga perempuan, kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari penguatan sinergi kelembagaan yang berkelanjutan demi terwujudnya pemberdayaan perempuan yang semakin maju dan inklusif di Kota Malang.


