Kabarjatim.id | Kota Malang – Anggota DPR RI Komisi XIII, Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag, mendorong Pemerintah Kota Malang agar memaksimalkan jejaring kerja sama internasional dalam mendukung pembangunan daerah.
Hal itu disampaikannya melalui sejumlah pertanyaan strategis yang mencakup sektor pendidikan, ekonomi kreatif, UMKM, pariwisata, investasi, transformasi digital, hingga ketahanan pangan.
Dalam kesempatan tersebut, Anisah mengawali dengan menyoroti posisi Kota Malang sebagai salah satu kota pendidikan terbesar di Indonesia yang memiliki puluhan perguruan tinggi.
“Kota Malang dikenal sebagai kota pendidikan dengan puluhan perguruan tinggi. Bagaimana strategi Pemkot Malang memanfaatkan jejaring internasional untuk meningkatkan kolaborasi riset, pertukaran mahasiswa, dan inovasi yang berdampak pada pembangunan daerah?” ujar Anisah.
Ia kemudian menilai perkembangan industri kreatif Kota Malang menjadi modal penting untuk menembus pasar internasional. Karena itu, menurutnya diperlukan dukungan regulasi dan kolaborasi global yang tepat.
“Dengan status Malang sebagai pusat ekonomi kreatif dan berkembangnya ekosistem startup, game, animasi, dan media arts, dukungan regulasi maupun kerja sama internasional seperti apa yang paling dibutuhkan agar produk kreatif Malang mampu bersaing di pasar global?” lanjutnya.
Perhatian berikutnya diarahkan kepada sektor UMKM yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi daerah. Anisah menilai produk-produk unggulan Kota Malang memiliki peluang besar untuk dipasarkan ke luar negeri apabila hambatan ekspor dapat diatasi.
“Produk unggulan UMKM Malang seperti kopi, olahan pangan, fesyen, dan kerajinan memiliki potensi ekspor. Hambatan apa yang paling krusial untuk menembus pasar internasional, dan bagaimana BKSAP dapat membantu membuka akses pasar melalui diplomasi parlemen?” katanya.
Di bidang pariwisata, Anisah mempertanyakan langkah prioritas Pemerintah Kota Malang dalam memperluas promosi di tingkat internasional agar jumlah wisatawan mancanegara terus meningkat.
“Kota Malang memiliki kekayaan wisata sejarah, budaya, kuliner, serta menjadi pintu gerbang menuju kawasan wisata Malang Raya. Program promosi internasional apa yang menjadi prioritas agar kunjungan wisatawan mancanegara semakin meningkat?” ujarnya.
Selain itu, ia juga meminta penjelasan mengenai peluang investasi asing yang dapat dikembangkan melalui jaringan diplomasi parlemen.
“Apakah terdapat proyek strategis di bidang pendidikan, ekonomi kreatif, digitalisasi, maupun infrastruktur yang siap ditawarkan kepada investor asing melalui jejaring diplomasi parlemen?” tanyanya.
Menurut Anisah, penguatan transformasi digital juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing Kota Malang di tingkat global.
“Bagaimana kesiapan Kota Malang dalam mengembangkan konsep smart city dan ekonomi digital, serta bentuk kolaborasi internasional apa yang diharapkan untuk mempercepat transformasi tersebut?” ungkapnya.
Ia juga menyinggung peluang perluasan kerja sama antarkota melalui program Sister City yang dinilai dapat membuka akses kolaborasi di berbagai sektor.
“Selain kerja sama dengan Fuqing, apakah Pemkot Malang memiliki rencana menjalin sister city baru dengan kota-kota yang memiliki keunggulan di bidang pendidikan, teknologi, atau ekonomi kreatif? Peran apa yang diharapkan dari DPR RI dalam mendukung kerja sama tersebut?” tuturnya.
Anisah juga meminta masukan mengenai bentuk dukungan konkret yang dibutuhkan pemerintah daerah dari DPR RI melalui Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP).
“Menurut Pemkot Malang, bentuk dukungan konkret apa yang paling dibutuhkan dari DPR RI melalui BKSAP agar potensi daerah dapat lebih dikenal di forum-forum internasional dan menghasilkan kerja sama yang berkelanjutan?” katanya.
Selanjutnya, ia mengangkat potensi Malang Raya sebagai kawasan agropolitan yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui kerja sama internasional.
“Mengingat posisi strategis Malang Raya sebagai kawasan agropolitan dengan komoditas hortikultura, bagaimana peluang membangun kerja sama internasional dalam hilirisasi hasil pertanian, teknologi pertanian, dan akses pasar ekspor?” ujarnya.
Menutup penyampaiannya, Anisah mengaitkan seluruh potensi tersebut dengan visi pembangunan jangka panjang Kota Malang menuju tahun 2045.
“Dalam mewujudkan visi Malang Mbois dan Berkelas sebagai kota berdaya saing global, sektor mana yang dinilai paling membutuhkan dukungan jejaring internasional melalui diplomasi parlemen agar target tersebut dapat dipercepat?” pungkas Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag.


