KabarJatim.Id |SELANGOR, MALAYSIA – Universitas Al-Hikmah Indonesia (UAI) terus memperluas jejaring internasionalnya dengan menyasar komunitas diaspora Indonesia di tingkat basis. Di sela-sela pendampingan program KKN Internasional di Malaysia, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama UAI, Dr. Muhammad Aziz, bersama Assoc. Prof. Hj. Fathonah, melakukan kunjungan strategis ke Pengurus Ranting Istimewa Nahdlatul Ulama (PRI NU) Jalan Kebun, Selangor, Malaysia, pada Rabo (08/07/2026).
Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut bertujuan untuk melakukan penjajakan kerja sama formal (MoU) di bidang pendidikan. Delegasi UAI disambut hangat oleh tim bidang pendidikan PRI NU Jalan Kebun yang dipimpin oleh Ustazah Zahra, didampingi oleh Ibu Sekar Ningrum dan Mbak Nur Mahya.
Penjajakan kerja sama ini menitikberatkan pada tiga pilar utama yang sangat dibutuhkan oleh komunitas migran di kawasan Jalan Kebun, yaitu: bantuan peningkatan kualitas pendidikan dasar bagi anak-anak migran, penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman Nusantara, serta penguatan literasi di berbagai bidang.
Diskusi hangat Jajaran Pimpinan Universitas Al-Hikmah Indonesi dengan Perwakilan PRI NU Jalan Kebun Selangor Malaysia (7/7/2026)
Wakil Rektor Bidang Akademik UAI, Dr. Muhammad Aziz, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen UAI untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak langsung pada masyarakat Indonesia di luar negeri.
“Kami melihat PRI NU Jalan Kebun memiliki semangat yang luar biasa dalam mendampingi jamaah dan anak-anak pekerja migran. Universitas Al-Hikmah Indonesia hadir untuk menawarkan sinergi akademik. Kami berkomitmen membantu dalam hal metodologi pengajaran pendidikan dasar, pendampingan pendidikan karakter, dan program literasi yang lebih luas. Kami ingin ilmu yang kami miliki di kampus dapat menjadi solusi nyata bagi tantangan pendidikan yang dihadapi saudara-saudara kita di Selangor ini,” tegas Dr. Aziz.
Gayung bersambut, pihak PRI NU Jalan Kebun menyatakan antusiasmenya atas inisiatif kerja sama ini. Ustazah Zahra, selaku perwakilan bidang pendidikan PRI NU Jalan Kebun, mengungkapkan bahwa kehadiran para akademisi dari UAI adalah dukungan moral dan intelektual yang sangat berarti bagi mereka.
“Di Jalan Kebun ini, tantangan pendidikan anak-anak migran cukup besar, terutama dalam menjaga kesinambungan literasi dan karakter mereka di tengah lingkungan yang heterogen. Penjajakan kerja sama dengan Universitas Al-Hikmah Indonesia adalah langkah maju bagi kami. Kami sangat berharap bantuan bimbingan teknis dan kolaborasi pengabdian dari dosen serta mahasiswa UAI dapat segera terwujud, sehingga program pendidikan di ranting kami semakin sistematis dan bermutu,” ujar Ustazah Zahra.
Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi teknis mengenai poin-poin draf Nota Kesepahaman yang akan disahkan dalam waktu dekat. Assoc. Prof. Hj. Fathonah menambahkan bahwa kerja sama ini nantinya akan membuka jalan bagi para dosen UAI untuk melakukan pendampingan berkelanjutan secara daring maupun luring di kawasan tersebut.
Melalui langkah ini, Universitas Al-Hikmah Indonesia kembali membuktikan konsistensinya dalam mewujudkan visi “Wisdom Beyond Borders”, tidak hanya di tingkat formal kementerian, tetapi hingga menyentuh nadi kehidupan komunitas migran di tingkat ranting istimewa.


